Chelsea berhasil melewati pertandingan pembuka musim ini dengan baik. Bertandang ke markas Huddersfield Town, “The Blues” memang dengan skor telak 3-0. Namun kemenangan tersebut belum membuat pelatih anyar, Maurizio Sarri, senang terhadap kualitas permainan Chelsea.

Pada pertandingan yang digelar di The John Smith’s Stadium Chelsea menurunkan skuat terbaiknya di mana pemain baru Kepa Arizzabalaga dan Jorginho turut menjadi starter. Sementara Eden Hazard baru dimasukan pada menit-menit akhir. Maklum saja, lawannya tidak terhitung sulit di atas kertas atau di atas keyboard.

Chelsea tampil dengan sangat mendominasi pada 20 menit awal pertandingan. Penguasaan bola sepenuhnya dimiliki oleh Chelsea, namun buat shoot on target saja tidak. Jadi tidak berguna juga mau menguasai bola selama 90 menit kalau tidak bisa bikin gol.

Meski begitu alon-alon asal kelakon alias pelan-pelan saja kalau kata grup musik Kotak, Chelsea semakin menemukan permainan mereka. Jorginho yang bermain sebagai gelandang jangkar menjalankan tugasnya dengan baik.

Ketenangan dalam memegang bola dan mengalirkannya saat melakukan serangan membuatnya memegang peran penting dalam permainan Chelsea.

The Blues” baru membuat gol pertamanya setelah pertandingan lewat dari setengah jam. Pada menit ke-34 Willian yang berlari kencang di sisi lapangan berhasil mengirimkan bola ke dalam kotak penalti.

N’Golo Kante yang menerimanya langsung melakukan tendangan voli terukur ke arah gawang, Entah voli pantai atau voli biasa yang sering dimainkan bapak-bapak RT. Chelsea unggul 1-0 atas yang punya stadion.

Pada akhir babak pertama, Chelsea berhasil menambah keunggulan menjadi 2-0 melalui penalti Jorginho. Marcos Alonso yang sudah berada di depan kiper dan akan melakukan tendangan jebret, membuat Christopher Schindler harus menjegalnya. Akibatnya tendangan Alonso lebih banyak mengenai angin saja daripada bola. Wasit tanpa pikir panjang langsung menghadiahkan penalti untuk Chelsea.

Jorginho yang menjadi eksekutor, dengan tenang melakukan tendangan 378 yang menipu kiper Huddersfield. Hanya bisa terdiam dia melihat bola masuk ke gawang. Mungkin sedang sakit perut saat bola ditendang. Babak pertama berakhir dengan kedudukan 2-0 untuk Chelsea.

Chelsea yang masih mendominasi pada babak kedua baru bisa mencetak gol 10 menit jelang pertandingan berakhir. Berawal dari pergerakan Hazard yang mengirimkan umpan terukur kepada Pedro Rodriguez.

Setelah berhadapan satu lawan satu dengan kiper, Pedro yang berbadan cukup mungil tak memanggil teman-temannya yang lain karena takut. Dengan tenang ia membuat tendangan L1+kotak yang membuat kiper Huddersfield tak berdaya. Pertandingan berakhir dengan skor 3-0 untuk Chelsea.

Meski unggul telak, kemenangan tersebut ternyata belum bisa membuat hati Sarri tanpa mie menjadi senang. Sarri mengatakan bahwa ia belum puas dengan performa anak asuhnya.

“Saya tidak sepenuhnya puas karena hari ini kami menang sebagian besar karena talenta individual pemain, bukan organisasi taktik yang baik. Permainan kadang buruk, melibatkan fisik, dan cukup sulit, tapi para pemain bisa mengatasinya dengan memperlihatkan karakter yang baik,” ujarnya seperti dikutip dari Detik.

Selain itu dua pemain Chelsea yang baru didatangkan langsung dipamerkan pada laga ini. Kepa Arrizabalaga dan Jorginho bermain sejak awal pertandingan. Untung saja tidak seperti sepatu baru yang kalau dikeluarkan akan diinjak-injak.

“Secara fundamental, klub sangat terbuka. Kami merekrut kiper hebat untuk menggantikan satu kiper yang juga hebat. Menurut saya sangat tepat tidak menghalangi keinginan Thibaut Courtois. Pada akhirnya kami mendapatkan pemain muda eksplosif seperti Kovacic dan Jorginho,” kata dia.

https://twitter.com/Football__Tweet/status/1028376004321062913

Main photo: weaintgotnohistory.sbnation.com

3 COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here