Laga Serie A tengah pekan ini tidak berbuah manis bagi AS Roma. Menjalani laga berat dengan menjamu Atalanta di Olimpico, “Giallorossi” harus menelan malu setelah takluk dengan skor 0-2 di depan publik sendiri.

Padahal laga ini merupakan laga debut bagi mantan ‘Lord’ milik Manchester United yaitu Chris Smalling. Sejak didatangkan ke Roma pada bursa transfer musim panas lalu, Smalling sama sekali belum pernah dimainkan.

Pemain asal Inggris itu akhirnya dapat kesempatan untuk tampil pertama kali dengan berseragam Roma sebagai starter dan menit bermain penuh.

Sayang pada laga debutnya, sepertinya hawa-hawa dan sisa-sisa keikhlasan ke-Lord-an Smalling seperti waktu masih di MU masih terbawa.

AS Roma yang belum pernah menelan kekalahan sejak awal musim, akhirnya kini merasakan juga apa itu namanya kalah. Kebetulan karena Smalling main? Entah.

Lawan Roma di pertandingan ini juga bukan kaleng-kaleng. Musim lalu saja Atalanta berhasil menembus dominasi tim-tim raksasa Serie A dan masuk empat besar.

Akibat kekalahan ini, Roma tertahan di peringkat kelima Serie A dengan delapan poin dari lima pertandingan. Sementara Atalanta merangsek ke tiga besar dengan modal sepuluh poin.

Sejak menit awal, laga itu sendiri berjalan cukup ketat meski tidak seketat busana trio Macan ketika masih jaya-jayanya. Sejumlah peluang silih berganti dihasilkan oleh kedua tim di babak pertama. Namun belum ada yang mampu menggoyangkan jaring gawang tim lawan.

Pada babak kedua Nicolo Zaniolo sempat mendapat peluang emas intar permata batu akik setelah menerima terobosan dari rekannya.

Sempat mengecoh kiper dan bek Atalantan, penyelesaian akhir dari Zaniolo hanya berbuah tembakan pistol air. Antiklimaks jadinya karena terlalu lama sehingga dipotong bek Atalanta.

Tim tamu justru memecah kebuntuan di menit ke-70 lewat gol Duvan Zapata. Mendapat bola di dalam kotak penalti, Zapata menggiring bola sebelum melepaskan tendangan ‘jebret’ yang sangat keras.

Pada menit ke-90 Martin de Roon menggandakan keunggulan Atalanta sekaligus mengunci kemenangan tim tamu menjadi 2-0.

“Kami harus mengakui bahwa Atalanta bermain lebih baik dan menekan kami di seluruh penjuru lapangan. Kami tak menemukan solusi yang tepat dan oleh karena itu ini adalah hasil yang sepantasnya,” ungkap Paulo Fonseca seperti dikutip dari Detik.

Main photo: chiesaditotti.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here