Masih soal Frank de Boer dan Inter Milan. Masalah Inter belakangan ini sepertinya tak ada habisnya dan selalu nikmat untuk dibahas. Kali ini, komentar datang dari kembaran Frank, Ronald de Boer.

Pria yang mirip banget dengan Frank de Boer itu mengungkapkan bahwa ada aspek politik di kubu “La Beneamata” atas pemecatan saudaranya. Belum jelas apakah di Inter juga sedang ada pemilihan pilkada atau tidak.

Padahal, Ronald yakin betul bahwa Frank sebenarnya punya kapabilitas untuk menjadi pelatih sepak bola, bukan pelatih yoga. “Skuat Inter rata-rata berusia 27 tahun dan banyak yang sudah menjadi pesepak bola teratas. Pihak klub ingin Frank menjadi pelatih untuk menciptakan gaya bermain baru,” ujar Ronald.

“Sayangnya, memimpin skuat besar membutuhkan banyak waktu, sementara ia harusnya fokus pada masalah sepakbola. Lalu ada aspek politik. Tekanan besar dari media dan masalah antara kapten Mauro Icardi dan fans,” Ronald melanjutkan.

Bukan hanya Ronald yang mengomentari kabar sedih itu. Seorang mantan pemain Ajax Amsterdam yang tak terkenal, David Endt, turut berkomentar.

Hasil gambar untuk david endt
David Endt yang kurang terkenal (SportsSpeakers)

Endt yang merupakan fans Inter dan kini menjadi wartawan olahraga di Belanda menuturkan bahwa dia sudah pernah mengingatkan de Boer soal lowongan kerjaan di Inter.

Seperti dikutip dari FC Inter News, Endt mengungkapkan bahwa di Inter terdapat banyak masalah. Bahkan, Endt secara berani menyebut klub bergaris biru-hitam itu seperti jablay.

“Inter terlihat seperti diva cantik yang memakai baju biru dan hitam. Tapi kenyataannya, Inter tak lebih dari sekadar pelacur,” ujar Endt, sadis.

Memang perlu diketahui bahwa Inter ini jablay kelas apa. Jablay kelas dolly, sarkem, mahakam, hayam wuruk, apartemen kalibata, Alexis, atau mungkin pelacur papan atas berupa artis seperti inisial AA dan AS.

Kalau jablay kelas artis kan lumayan juga. Tetap menarik di mata para pria. Yang pakai pun sekelas pejabat yang banyak duit. Yang bahaya apabila Endt menyebut Inter seperti jablay kelas dolly. Sudah murah, banyak yang berkarat pula.

Endt sudah memprediksi bahwa Frank akan gagal di Inter. Menurutnya, pelatih asal Belanda seperti Frank akan sulit tancap gas di dunia persepakbolaan Italia. Apalagi Inter terkadang suka dengan cara-cara instan seperti Indomie Goreng.

Maksudnya, manajemen Inter suka berambisi pada hasil. Seperti contohnya lebih suka membeli pemain-pemain bintang ketimbang membangun sebuah tim dari usia muda.

Sialnya, Frank tidak bisa menahan nafsu birahinya. Dia terpancing untuk ‘menggunakan’ Inter untuk menjadi pemuas hasrat pelatihnya.

“Sejak awal, mengingat Frank berasal dari Belanda, ia tidak akan menerima kesempatan yang banyak. Saya kontak Frank. Saya mewanti-wanti Frank soal kegilaan Inter. Sayangnya, ambisi Frank terlalu besar,” tambahnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here