Pemain baru AS Roma, Javier Pastore memberikan komentar terkait dengan peran baru yang ia dapatkan. Pastore sebelumnya lebih sering bermain di lini depan untuk membantu serangan. Namun di bawah pelaih Eusebuio Di Fransesco, posisi bermainnya kini diubah.

Pastore didatangkan Roma dari Paris Saint-Germain pada bursa transfer musim panas ini. Kehadiran Neymar disebut membuat sang pemin asal Argentina ini tersingkir. Jelas saja, Neymar yang didatangkan dengan biaya ratusan juta euro akan sangat sayang apabila hanya jadi pajangan di pinggir lapangan. Tidak dibingkai pula.

Akibat status yang tidak menentu di PSG, Pastore akhirnya memutuskan untuk pindah ke ibukota Italia dari yang sebelumnya di ibukota Prancis. “Giallorossi” memboyong sang pemain dengan nilai transfer mencapai 24 juta euro.

Saat masih bermain untuk “Les Parisien”, Pastore kerap menghuni posisi gelandang serang. Namun kini ia dapat hadiah oleh Di Francesco berupa posisi baru.

Posisinya tidak jauh-jauh sampai ke belakang gawang. Apalagi berada di samping pak kusir yang sedang mengendarai kuda supaya baik jalannya. Pastore masih di kisaran lapangan tengah, tapi ditarik agak ke belakang sebagai gelandang tengah, bukan gelandang serang, sehingga bakal lebih banyak membantu pertahanan.

Meski harus bermain di posisi baru, namun Pastore mengatakan rela untuk melakukannya. Rela sama terpaksa memang beda-beda tipis.

Habis mau bagaimana lagi, kalau melawan nanti malah ditempatkan jadi anak gawang. Daripada tidak dimainkan, lebih baik menurut saja sama sang pelatih. Apalagi usia pelatih masih lebih tua darinya. Bisa-bisa kualat kalau melawan orang tua.

“Roma bermain dengan 4-3-3. Ketika gabung Roma, saya bicara dengan Di Francesco dan keinginannya sangat jelas. Dia bilang kalau dia akan main dengan 4-3-3 dan, jika saya menerima tawarannya, saya akan dipasang dalam skema tiga gelandang dan juga membantu pertahanan,” kata Pastore, seperti dikutip dari Liputan6.

https://twitter.com/asromaen/status/1011596275031183362

Pemain telah merayakan ulang tahun hingga 29 kali itu juga menambahkan bahwa dirinya sering kali memainkan posisi tersebut kala bermain bersama PSG. “Saya setuju, saya yakin saya bisa melakukannya. Saya kadang melakukannya di Paris,” tambahnya.

Pastore sendiri merupakan lagu lama kaset baru bagi sepak bola Italia. Sebelumnya Pastore sempat bermain untuk klub Seri A Palermo. Selama dua musim bermain, ia mencetak 16 gol dan 16 assist dari 82 penampilan di semua ajang.

Penampilan impresifnya membuat Pastore dilirik oleh PSG di tahun 2011. Dengan nilai transfer sebesar 42 juta euro, ia memutuskan untuk pindah ke raksasa Ligue 1 tersebut. Dalam tujuh musim berada di Paris, mantan pemain Talleres dan Huracan itu mencetak 45 gol dan 62 assist dari 269 penampilan.

Pastore juga mengungkapkan bahwa alasannya untuk bergabung dengan “Serigala Ibukota” sebab dirinya terkesan dengan aksi comeback Roma di Liga Champions. Kala itu Roma menang 3-0 di Olimpico untuk membalikan defisit 1-4 dari Barcelona di Camp Nou.

“Saya menontonnya dari rumah di Paris. Sangat menyenangkan bisa melihat tim seperti Roma berjuang sedemikian rupa dan meraih hasil tersebut.Siapapun yang melawan Barcelona tahu kalau mereka harus fokus 100 persen dan bisa kebobolan kapan saja,” papar Pastore.

Main photo: Twitter AS Roma

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here