Dani Alves buka-bukaan kepada wartawan terkait masa lalunya di Barcelona. Ungkapannya cukup mengejutkan. Pemain akamsi Brasil itu rupanya merasa tak dihormati oleh manajemen Barca yang akhirnya membuatnya pergi tanpa pesan ke Juventus.

Alves memang merupakan bagian integral nan strategis Barcelona selama 2008-2016. Posisinya sebagai bek kanan yang kerap memberikan prahara keretakan dalam rumah tangga pertahanan lawan, membuatnya tak tergantikan di “Blaugrana“.

Pemain yang usianya lebih tua satu tahun dari Nicholas Saputra itu secara mengejutkan pindah ke Juventus musim ini. Kontraknya dengan Barcelona berakhir, tanpa ada rencana diperpanjang, membuatnya pergi tanpa pesan.

Belakangan, diketahui Alves sengaja meninggalkan Barcelona lantaran sudah cukup ‘KZL’ dengan manajemen. Pasalnya, mantannya Sevilla itu merasa tak dihargai saat kontraknya mulai habis masa kuotanya.

Bukannya segera diisi ulang di konter-konter terdekat, Barcelona malah membiarkannya. Tak ada pembicaraan apapun soal kontraknya. Padahal Alves maunya ditahan-tahan macam cewek mau minta putus. Harapannya ditahan-tahan oleh sang cowok, padahal kalau diputusin ya tetap menangis juga.

Namun, tetap tak ada itikad baik dari Barca. Pemain yang wajahnya seram macam preman terminal itu pun dilepasnya pergi, tanpa ada bujuk rayu, dan dia pun langsung angkat kaki bukan dalam makna sebenarnya.

“Saya selalu suka jika merasa diinginkan. Jika mereka tidak menginginkan saya lagi maka saya pergi. Barca tidak mendapat sepeserpun saat saya meninggalkannya, itu merupakan pembalasan dari saya,” ujarnya dengan nada ‘KZL’, dikutip bola.com.

Alves sengaja meninggalkan Barcelona dan Juventus mendapatkannya secara gratis. Zonder begroting, zonder betalen kalau katanya tongkrongan anak-anak doyan sejarah. Artinya ‘tanpa anggaran, makan pun tak pakai bayar’.

Ironisnya, Barcelona benar-benar kehilangan sosok Alves di sisi kanan pertahanan. Selepas Alves pergi, tak ada pemain yang sebagus dirinya. Aleix Vidal yang digadang-gadang pengganti Alves ternyata tak bagus-bagus amat. Apalagi, dia kini cedera dan harus absen sampai lima purnama.

Tak hanya itu, Camp Nou juga kehilangan sosok ‘badut’ yang selalu menghibur rekan-rekan setimnya. Ya, Alves merupakan sosok yang jenaka, pandai membuat teman-temannya tertawa. Kadang ada saja tingkah konyol yang dilakukannya.

“Selama tiga tahun terakhir, saya mendengar ‘Dani Alves akan pergi’, tapi tak ada satu pun dari manajemen yang merespon kabar tersebut. Saya merasa tidak dihormati, mereka cuma menawarkan kontrak baru karena sedang dihukum FIFA,” sambungnya.

Selama di Barcelona, Alves sudah memberikan enam gelar La Liga dan tiga gelar Liga Champions. Jumlah yang sangat banyak bila dibandingkan dengan Arsene Wenger yang melatih Arsenal sejak zaman Orde Baru tapi cuma tiga gelar Liga Primer saja.

Main photo credit: Youtube (Juventus)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here