Oleh: Paundra Jhalugilang

Entah ada apa dengan Bayern Muenchen. Klub raksasa yang tergolong banyak duit itu mengalami hasil jelek cenderung memalukan meski tak sampai bunuh diri di laga coba-coba pramusim mereka.

Bayern memang cuma menang dua kali dari tujuh laga pramusim mereka. Itu pun yang satu lawan tim cupu, Erlangen-Bruck, yang markasnya entah di mana. Sementara satu lagi lawan Chelsea menang tipis 3-2.

Sisanya, mereka dibantai dengan tegas dan penuh kekejaman. Bahkan cuma mampu cetak satu gol dari lima kekalahan di laga pramusim.

Diawali dari kalah lawan Arsenal lewat adu penalti setelah main imbang 1-1. Tumben-tumbenan Bayern bisa kalah dari Arsenal padahal selalu jadi bulan-bulanan di Liga Champions.

Dilanjutkan dengan kekalahan telak setelak-telaknya dari Milan, empat gol tanpa balas. Kemudian kalah dari saudara sekontrakannya Milan, Inter, 0-2.

Bayern juga keok di turnamennya sendiri, Piala Audi. Mereka hampir selalu jadi juara di turnamen tersebut, tapi kali ini berada di posisi paling buncit usai kalah dari Liverpool (0-3) dan Napoli (0-2).

Pertanyaannya, ada apa dengan Cinta? Mengapa Bayern segitu lemahnya seperti polisi yang enggak bisa apa-apa didemo supir ojek online yang sampai ratusan jumlahnya. Bahkan sampai disoraki oleh suporternya sendiri. Huuu..!!

https://twitter.com/TrollFootball/status/890566102820028416

Memang sih, ini baru uji coba. Tapi rasa-rasanya kok gimana gitu. Masak tim sekelas Bayern yang selalu dominan di Jerman bahkan empat besar di ranking UEFA, hasilnya begitu semua.

Uji coba memang uji coba. Tapi ini juga penting. Pasalnya, uji coba merupakan cerminan tim yang bakal main di laga resmi musim ini. Kalau tak disiapkan dengan baik, bisa payah start musimnya.

Contoh saja Juventus pada musim 2015/16, yang cuma melakoni tiga laga uji coba kehilangan start pada awal musim. Mereka terjerembab sampai peringkat belasan. Meski perlahan naik kembali dan jadi juara dengan susah payah.

Pelatih Carlo Ancelotti juga tak bisa ngeles kalau sekadar bilang ini cuma coba-coba. Pasalnya, pemain yang dimainkan hampir semuanya pemain inti musim lalu. Jarang ada pemain muda akademi yang tak terkenal dimainkan sejak menit awal.

Paling-paling hanya saat lawan Napoli kemarin, Ancelotti menurunkan Lars Mai, Timothy Tillmann, Manuel Wintzheimer, dan Marco Friedl sebagai starter. Sisanya, selalu memainkan pemain andalan sejak awal.

Mulai dari Javi Martinez, Mats Hummels, David Alaba, Javi Martinez, Arturo Vidal, Corentin Tolisso, Thomas Mueller, Robert Lewandowski, sampai Franck Ribery. Paling hanya minus Manuel Neuer dan Arjen Robben yang lagi asyik cedera.

https://twitter.com/Squawka/status/892804766711128064

Jika alasannya terlalu banyak pergantian, tidak juga. Semua tim yang bertanding di laga uji coba pasti banyak melakukan pergantian. Jarang ada pemain yang tampil full dalam satu laga.

Bahkan Milan mengganti 11 pemain starternya dan Bayern cuma memakai jatah tiga pergantian. Begitu juga dengan Inter, cuma Samir Handanovic saja yang tidak keluar. Ya, kalau keluar nanti gawang Inter tidak ada yang jaga. Bisa berabe.

Sepertinya ada beberapa faktor yang bikin hasil mengecewakan tersebut terpampang di skor stadion pertandingannya “Die Rotten“. Bukan karena mereka kurang liburan atau kurang pijat plus-plus atau plesiran lainnya, tapi karena memang kurang gairah.

Kurangnya gairah menjadi faktor pertama timnya Ancelotti. Entah kenapa, Mueller dan kawan-kawan mainnya enggak niat menang. Hal itu diakui oleh si Ancelotti sendiri, seorang bapak yang rambutnya sudah putih semua.

Faktor kedua adalah kelelahan. Muenchen harus menempuh sekian ribu kilo dari Jerman ke China, lalu lanjut ke Singapura, kemudian balik lagi ke Jerman hanya dalam waktu 15 hari untuk memainkan enam pertandingan.

Artinya, mereka cuma punya waktu 2-3 hari istirahat di sela-sela pertandingan. Itu belum termasuk istirahat akibat jet lag. Belum lagi kalau ada yang norak jarang naik pesawat, lalu muntah dan sakit.

Beda dengan Milan dan Inter yang hanya melakoni 3-4 laga uji coba lawan tim profesional. Kalau Liverpool cuma main ke Hong Kong sebelum mampir ke Jerman. Sedangkan Napoli uji coba sebelumnya cuma di Italia saja.

“Tentu kami khawatir. Kami tidak dalam kondisi terbaik dan ini wajar karena kami baru kembali dari China. Saya juga perlu mengatakan bahwa kami harus mengubah sikap dan semangat,” kata Ancelotti, mencoba kasih alasan, tapi masih masuk akal.

Selain dua faktor di atas, ada satu faktor lagi yang menjadi penyebab payahnya si Bayern. Yakni kehilangan dua pemain berjiwa pemimpin yang baru pensiun musim lalu. Mereka adalah Philipp Lahm dan Xabi Alonso.

Ketidakhadiran Lahm dan Alonso lumayan bikin Alaba dan kawan-kawan linglung. Bagai Awkarin kehilangan akun Youtube. Adapun dua pemain senior berjiwa pemimpin lainnya, Neuer dan Robben juga tak ada di sana.

Artinya, tak ada sosok yang memimpin para pemain lama dengan yang baru. Maklum, Muenchen cukup banyak beli pemain baru juga musim ini. Mulai dari Sebastian Rudy, James Rodriguez, Corentin Tolisso, Serge Gnabry, dan Nicklas Sule, yang tak ada hubungan saudara dengan Sule “Ini Talkshow“.

Hal itu juga diakui oleh Direktur Olahraga Bayern yang baru, Hasan Salihamidzic, bekas pemain Bayern dan Juventus. Sepertinya klub bernuansa merah-biru kayak Superman itu belum puas dengan pemain yang ada.

Kepergian Lahm dan Alonso masih belum terlihat gantinya. Di sisi bek sayap, biasanya ada Joshua Kimmich tapi dia baru bergabung di laga terakhir lawan Napoli usai membela Jerman di Piala Konfederasi. Rafinha yang dipercaya belum menunjukkan kualitasnya.

Sedangkan Tolisso diminta menggantikan peran Alonso, tapi tampaknya masih butuh adaptasi. Maklum, dia masih canggung mainnya kayak pengantin baru.

Apalagi, James Rodriguez si pemain baru kini mengalami cedera dan harus absen sebulan. Begitu juga dengan Alaba dan Thiago Alcantara yang katanya tak terlalu serius cederanya, tapi lumayan bisa absen di laga lawan Borussia Dortmund di Piala Super Jerman.

“Satu hal yang jelas, Bayern bukan tim yang bergantung kepada satu orang. Jendela transfer masih buka hingga akhir bulan dan kami tidak pernah mengatakan sudah selesai mendatangkan pemain,” kata Salihamidzic, dikutip Tribun.

Ya terserah Bayern saja, bagaimana enaknya. Tapi, laga lawan Dortmund di Piala Super Jerman akhir pekan ini jadi taruhannya. Jika tak mau dilempar telor ceplok, maka kemenangan jadi hal yang fardhu hukumnya.

Main photo: @Bayern_mania


Paundra finPaundra Jhalugilang

Penulis adalah pemuda harapan bangsa yang biasa-biasa saja. Bekas wartawan tanpa pengalaman yang melihat sepakbola dengan penuh pesona. 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here