Timnas Indonesia mengawali pertandingan pertama mereka di Piala AFF U-19 2018 dengan manis. Berhadapan dengan timnas Laos di laga pembuka Grup A, tim “Garuda Muda” berhasil menang tipis banget 1-0.

Memang kemenangan melawan Laos ini tidak bisa menjadi jaminan karena Laos sendiri memang levelnya berada di bawah Indonesia. Nanti kalau bertemu Vietnam atau Thailand baru merupakan ujian sesungguhnya. Untung saja tidak bertemu timnas U-19 Brasil. Kalau itu baru benar-benar merupakan cobaan berat.

Apalagi menangnya juga tipis saja macam tisu kue lebaran. Padahal Laos berada jauh di bawah Indonesia.

Meski begitu kemenangan pertama ini menjadi modal bagus bagi timnas Indonesia U-19 untuk melakoni laga-laga selanjutnya. Indonesia sendiri akan berhadapan dengan Singapura pada pertandingan kedua yang digelar pada Selasa (3/7/2018).

Pada laga yang digelar di Stadion Gelora Deltras Sidoarjo, Indonesia tampil menekan habis-habisan pertahanan Laos yang nama negaranya kayak bumbu dapur itu. Trio lini serang yang diisi Witan Sulaiman, Hanis Saghara, dan Saddil Ramdani membuat pemain belakang Laos kepayahan menghadapinya.

Peluang pertama langsung didapat Indonesia pada menit keempat. Bola terobosan hasil tendangan bebas berhasil didapatkan Firza Andika yang merangsek dari lini pertahanan. Namun tendangannya masih melebar tidak sampai 0,01 km dari sisi gawang.

Tusukan-tusukan yang dilakukan para pemain depan Indonesia nyatanya belum bisa merobek gawang Laos. Kalau boleh bawa gunting sepertinya lebih gampang untuk merobeknya. Para pemain tengah Indonesia pun tak mau kalah melakukan ancaman.

Pada menit ke-14 sepakan placing Asnawi Mangkualam dari luar kotak penalti nyaris saja berbuah gol andai kiper Laos hanya diam saja melihat bola sambil tidur-tiduran. Namun tendangan yang mengarah ke pojok atas gawang tersebut berhasi ditepisnya.

Indonesia yang menguasai jalannya pertandingan akhirnya mencetak gol di menit ke-29. Berawal dari kerja sama satu-dua Witan dan Hanis membuat pemain Laos kelabakan macam ibu-ibu masakannya gosong.

Penetrasi yang dilakukan Witan ke dalam kotak penalti diakhiri dengan sebuah tendangan yang tidak keras namun terarah. Seperti bayi Kobra saja, kecil lucu namun mematikan. Sepakan Witan masuk ke gawang melewati terowongan kaki Kitom Venvongsot.

Indonesia tetap menekan pertahan Laos pada babak kedua. Kombinasi Hanis dan Saddil tetap merepotkan barisan pertahanan Laos pada sisa waktu. Namun ketidaktenangan para pemain Indonesia dalam menyelesaikan serangan membuat tidak ada gol lagi yang tercipta.

Terlalu gugup mungkin karena masih pertandingan pertama. Hingga pertandingan berakhir skor 1-0 tetap bertahan untuk keunggulan Indonesia. Kemenangan ini membuat Indonesia bertengger di peringkat kedua klasemen dan berada di bawah Filipina dengan tiga poin.

Pelatih Indra Sjafri sendiri mengatakan bahwa timnas harus meningkatkan kualitas untuk laga kedua. Ia berjanji akan mempersiapkan tim agar lebih matang secara taktik maupun teknik.

“Mudah-mudahan pada game kedua itu tidak hanya menang, namun para pemain bermain lebih baik kualitasnya. Baik itu pemahaman taktikal dan baik dari kesiapan mentalitas mereka. Perbaikan tim ini akan kami lakukan, tapi jangan di harap satu hari perbaikan akan ketemu gol-gol yang banyak, tetapi tanpa perbaikan juga besok akan ketemu dengan gol-gol yang banyak,” ujarnya dikutip dari Detik.

Main photo: idntimes.com

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here