Laga antara Argentina kontra Uruguay berjalan dengan tensi yang cukup panas meski hanya bertajuk laga persahabatan. Manusia tapi cyborg sepak bola, Lionel Messi, bahkan nyaris ‘tubir’ dengan Edinson Cavani di laga tersebut.

Laga yang digelar di Stadion Bloomfield, Tel Aviv, berakhir dengan skor imbang 2-2. Keempat gol di laga itu masing-masing dicetak oleh para pemain level gacoan kalau sedang main playstation.

Edinson Cavani membuka keunggulan Uruguay saat laga berjalan 34 menit. Memanfaatkan sodoran Luis Suarez, Cavani dengan tengan tinggal menyebok bola. Kalau bahasa kerennya adalah tap-in.

Sergio Aguero sempat membawa Argentina imbang di menit ke-63  usai menyelesaikan umpan tendangan bebas Messi.

Tapi Suarez kembali membuat Uruguay unggul hanya enam menit berselang melalui sebuah tendangan bebas cantik. Mungkin dia habis lihat tutorial di Youtube. Sempurna sekali macam sudah hapal pencetannya.

Pertandingan akhirnya berakhir dengan skor imbang 2-2 usai Messi mencetak gol lewat titik putih di menit akhir waktu normal 90 menit.

Insiden yang melibatkan Messi dan Cavani sendiri sempat terjadi saat Argentina tertinggal 0-1 dari Urugay.

Saat itu keduanya terlibat adu mulut di lapangan. Padahal hanya laga persahabatan, tapi serius sekali mereka macam band-nya Candil dkk yang berasal dari Bandung.

Seperti dilansir Detik dari media Argentina, Ole tanpa Gunnar Solskjaer, Cavani yang disebut lebih dahulu mengajak Messi untuk tubir.

Ajakan tubir. Entah mau di mana. Kalau anak STM biasanya pasti akan mengajak untuk tubir di samping rel kereta api. Banyak amunisi soalnya. Kalau sudah terdesak, tinggal ambil batu yang tersebar di sekitar rel.

Ajakan tersebut nyatanya ditanggapi oleh Messi. Dia rupanya tak ada takutnya. “Ayo berkelahi,” kata Cavani. “Bebas apa maumu,” balas Messi.

Dilaporkan juga bahwa perselisihan keduanya berlanjut hingga ruang ganti. Luis Suarez sampai harus memisahkan keduanya.

Usai laga, Cavani mengatakan bahwa situasi tersebut masih dalam batas kewajaran. Menurutnya hal itu biasa terjadi di laga antar negara Amerika Selatan.

“Itu adalah pertandingan klasik, sangat rentan gesekan seperti layaknya sepak bola di Amerika Selatan,” kata Cavani.

“Di kedua tim cukup baik. Kami bermain dengan perasaan positif dan kami mencoba bermain sepakbola, maka itu sudah biasa. Kami memang menjalaninya seperti ini,” jelasnya.

Main photo: dnisalta.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here