Jika pertandingan lain di kedua leg babak 16 besar Liga Champions berlomba banyak-banyakan gol, lain halnya dengan partai Atletico Madrid versus Bayer Leverkusen. Laga tersebut kering kerontang kayak ikan asin kelamaan dijemur, alias tak ada gol.

Entah bagaimana kedua tim tidak ada yang mau mencetak gol. Padahal tugas sebuah tim sepak bola sangat mendasar, yakni banyak-banyakan gol. Peluang keduanya juga cukup banyak, tapi apa daya tak ada yang mampu mengonversikannya jadi gol.

Apalagi saat melihat peluang emas bertabur bintang milik Leverkusen sekitar menit 69. Tiga tendangan pemainnya mampu diblok berturut-turut oleh kiper Atletico, Jan Oblak. Penyelamatan heroik itu setidaknya bikin fans Atletico terhibur.

Alhasil, pertandingan imbang 0-0 macam kacamata trendi Rizky Febian. Penontonnya pun kasihan, sudah bayar mahal-mahal ingin lihat gol, tapi ternyata tak ada gol sama sekali.

Laga tersebut jadi satu-satunya di babak 16 besar Liga Champions yang tidak ada gol. Padahal, Barcelona, Bayern Muenchen, sampai Monaco skor agregatnya pada besar-besar kayak laga amal.

Namun meski imbang, Atletico yang berhak melaju ke babak berikutnya karena unggul agregat 4-2. Pelatih Diego Simeone tetap semringah macam mau ngedate pertama bersama pacar.

“Ini adalah langkah penting ke depan bagi klub ini. Kami selalu ingin memperbaiki diri dan melangkah ke depan. Liga Champions adalah kompetisi yang spesial dan ini sangat penting bagi klub ini untuk berada di delapan besar,” ujar Simeone, normatif, seperti di-copas dari Goal. 

Main photo credit: Into the Calderon

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here