AS Roma meraih kemenangan besar kala menjalani laga perdana Liga Europa mereka saat bertemu Istanbul Basaksehir. Klub yang dari namanya saja sudah pasti tim berasal dari Turki, bukan dari daerah Jawa Tengah itu dicukur habis dengan skor 4-0 di Olimpico.

Ibarat seperti zaman dahulu kalau naik kereta ekonomi ketahuan tidak bayar, Basaksehir ini dicukur asal-asalan sama petugas. Pakai gunting seadanya saja. Kalau tidak ada gunting pakai silet. Kalau tidak ada juga, gunting rumput mungkin yang dipakai.

Begitulah nasib Basaksehir yang dicukur asal-asalan tanpa ditanya mau model rambut seperti apa. Mau minta potongan jarhead, pompadouri, atau potong biar gondrong, semuanya tidak bisa.

Basaksehir ini memang namanya kurang tenar dibanding dengan klub-klub lain. Maklum saja, pada Liga Malam Jumat ini banyak sekali tim-tim dari antah berantah. Mungkin juga mereka diajak agar jumlah pesertanya jadi pas saja.

Terlepas dari itu, sebuah catatan bagus dihasilkan Roma dari laga ini. Sebab dari beberapa laga musim 2019/2020, tak sekalipun Roma mampu menjaga kesucian gawang mereka.

Selalu ada saja lelaki yang membobol dan menodai gawang mereka dari tiga laga yang telah dijalani di Serie A.

Hasil ini disebut Bryan Cristante menunjukan progres yang telah dicapai Roma sejak awal musim.

“Kami terus berkembang, ini adalah performa bagus lainnya dari kami. Tapi yang lebih penting lagi adalah kami mampu mencatatkan clean sheet,” ungkapnya dikutip dari Detik.

“Satu hal yang benar-benar kurang dari kami sejauh ini adalah di sektor pertahanan, jadi ya penting bisa meningkatkan sisi tersebut,”

Gol pembuka AS Roma di laga itu sendiri tercipta melalui gol bunuh diri Besaksehir. Umpan Leonardo Spinazzola yang sangat enak membuat Junior Caicara mungkin sayang untuk melewatkannya. Alhasil bola ditendangnya ke gawang sendiri.

Tapi sudah mencetak gol, ia malah tidak melakukan selebrasi. Rendah hati sekali. Skor 1-0 untuk Roma di babak pertama.

Pada babak kedua Nicolo Zaniolo dan Edin Dzeko secara bergantian mencetak gol dan assist. Ini baru namanya simbiosis mutalisme. Saling menguntungkan mereka. Sangat tidak kapitalis keduanya.

Gol penutup kemenangan Roma dicetak oleh Justin Kluivert pada masa injury time. Skor 4-0 bertahan untuk keunggulan Roma.

https://twitter.com/FootWonderkidz/status/1174791071697657856

Main photo: forzaroma.info

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here