Kiper yang hobi kebobolan gawangnya, Thibaut Courtois, terancam hukuman. Untungnya bukan hukuman penjara seumur hidup apalagi hukuman mati macam bandar narkoba.

Courtois diketahui kiper Real Madrid yang melakukan selebrasi ke arah pendukung Valencia usai rekannya, Karim Benzema yang sesama manusia, mencetak gol penyama kedudukan pada menit-menit akhir.

Courtois sebetulnya berperan besar dalam proses terjadinya gol Benzema. Pada saat tendangan pojok dan waktu menyisakan beberapa menit saja, kiper asal Belgia itu ikut maju membantu penyerangan dan mampu menyundul bola ke gawang sehingga tercipta kemelut yang dimanfaatkan Benzema.

Namun, dia tidak memanfaatkan hidung mancungnya untuk menanduk bola, melainkan memanfaatkan postur tubuhnya yang menjulang tinggi bak tiang kontes burung.

“Saya mencoba memanfaatkan tinggi badan saya yang mencapai dua meter. Saya bisa membuat bek lawan gugup. Toni Kroos mengirimkan bola ke tiang dekat, saya tanduk bola tersebut, dan Benzema meneruskannya menjadi gol,” jelas Courtois menceritakan proses gol Madrid.

Sayangnya, poin berharga itu ternoda karena aksi Courtois kepada suporter Valencia. Hal itu terekam kamera milik media Spanyol, Movistar.

Saat eks penjaga gawang Chelsea itu kembali ke sarangnya setelah gol Benzema, ia meletakkan kedua tangannya ke kupingnya dan membuat gestur mencium ke arah suporter Valencia yang sedang bete.

Sebetulnya aksi itu cukup sepele. Bahkan kerap dilakukan pemain-pemain lain. Namun biasa lah, media suka melebih-lebihkan. Sport menilai aksi itu membuat Courtois mendapat sanksi.

Bisa jadi itu permainan media buat panas-panasi La Liga berpikir ulang. Ujung-ujungnya absen melawan Barcelona di laga El Clasico.

Hingga kabar ini disiarkan, belum ada respons dari otoritas La Liga terkait tindakan Courtois. Belum ada respon juga dari Isyana Sarasvati yang tempo hari kami DM sekadar untuk menyapa dan mengingatkan jangan lupa makan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here