Gelandang Arsenal bernama Francis Coquelin kini tak lagi berseragam Arsenal. Bukan karena sudah bosan karena bajunya terus-terusan berwarna merah dengan logo meriam “Si Jagur” di dadanya. Tapi karena tak mendapat tempat di sana.

Pemain berkebangsaan Prancis yang hampir sesuai dengan namanya, “Francis”, sekarang telah bergabung dengan Valencia. Jika logonya sebelumnya yang ada di dada adalah meriam Si Jagur, sekarang adanya kampret alias kelelawar mini.

The Gunners” sepakat melepas Coquelin dengan harga yang tak mau disebutkan. Mungkin ada tapi Bolatory-nya saja yang malas mencarinya. Ternyata, kepindahannya ini disambut dengan bahagia oleh si pemain. Bahkan, dia menyesal kenapa enggak dari dulu segera pindah dari Emirates.

Ya, pemain berusia 26 tahun itu tak banyak bermain musim ini. Padahal, pada awal musim dia sempat diisukan bakal hengkang. Namun, pelatih Arsene Wenger memberikan harapan besar untuknya.

Sayang, harapan tinggalah harapan yang kini cuma menjadi angan-angan yang tersapu dalam butiran debu lalu terjatuh di becekan. Coquelin hanya bermain di liga sebanyak satu pertandingan.

Saat konferensi pers, tak segan-segan mantannya Lorient dan Freiburg itu mengungkapkan kekecewaan dan penyesalannya itu. Sebuah contoh yang kurang baik.

“Benar ada ketertarikan pada musim panas. Namun, saya lanjut di Arsenal dan melakukannya dengan baik. Tapi seharusnya tidak begitu, sekarang kesempatan ini datang. Saya hampir menyesal tidak datang ke sini sebelumnya. Saya pikir ini kesempatan bagus untuk saya dan saya sangat berterima kasih,” ucap Coquelin dikutip Goal. 

Pemain berwajah ganteng kreatif itu memang sudah bergabung dengan Arsenal pada 2008.  Kira-kira masih berusia 17 tahunan. Dia termasuk sebagai salah satu ternaknya Wenger yang sempat dipinjam-pinjamkan ke klub lain sebelum akhirnya kembali ke peraduan.

Pemain yang tak pandai minum air dengan menggunakan hidung itu sempat dipercaya main secara reguler. Tapi musim ini sepertinya dia kalah saing. Yah namanya juga hidup. Dari zaman jadi zigot saja hidup kita penuh persaingan.

Selamat menempuh hidup baru, Coq. Semoga kepindahannya tak sia-sia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here