Sebuah skor macam pertandingan futsal terjadi kala Atalanta menjamu Udinese di Stadion Atleti Azzuri d’Italia. Jadi Leicester versi Serie A, Atalanta menghancurkan Udinese dengan skor yang tidak kira-kira.

Kemenangan 7-1 diraih Atalanta pada laga yang seharusnya tidak disiarkan di televisi tersebut. Minimal dikasih peringatan R-BO alias remaja dengan bimbingan orang tua di pojok atas layar.

Sebab pertandingan tersebut layaknya ladang pembantaian dan perundungan yang tidak baik jika ditiru anak di bawah umur. Kasihan sekali Udinese yang jadi korban.

Mungkin ini merupakan ajang balas dendam dan pelampiasan Atalanta yang tengah pekan lalu kena ulek dari Manchester City di Liga Champions saat bertandang ke Etihad Stadium

Benar-benar nyayur Atalanta di laga ini. Sejak ditangani oleh Gian Piero Gasperini, Atalanta ini memang jadi salah satu tim yang paling tajam di Serie A. Tapi juga lumayan sering kebobolan.

Pada musim ini saja mereka jadi salah satu tim yang paling subur setelah sembilan pertandingan sepanjan sejarah Serie A. Dengan 28 gol yang diciptakan Atalanta, mereka hanya kalah satu gol dari Manchester City dan Ajax Amsterdam dengan hitunga sembilan laga sejak awal musim.

Apalagi Inter Milan dan Juventus keduanya gagal meraih poin penuh. Benar-benar bisa jadi Leicester musim 2015/2016 kalau begini. Kini Atalanta bertengger di peringkat ketiga dengan 20 poin dan tertinggal tiga angka dari Juventus di peringkat puncak.

Pada jalannya laga tersebut, Udinese sempat unggul lebih dulu lewat Stefano Okaka pada menit ke-11 sebelum disamakan oleh Josip Ilicic sepuluh menit kemudian.

Mirip dengan kejadian Southampton dengan Leicester, semua berubah bukan karena negara api menyerang, melainkan kartu merah.

Pertandingan menjadi berat sebelah. Atalanta menggila dengan mencetak enam gol tambahan. Dimulai dari gol Luis Muriel dan gol kedua Ilicic yang mengakhiri babak pertama dengan skor 3-1.

Dalam 45 menit selanjutnya, Atalanta dengan tega membuat empat gol tambahan masing-masing melalui dua gol Muriel yang melengkapi hattrick­-nya, Mario Pasalic, dan Armand Traore. Laga pun diakhiri dengan skor 7-1 untuk tuan rumah.

“Tidak. Juventus paling berpeluang. Lalu ada Inter dan Napoli, serta sejumlah klub kuat lainnya seperti AC Milan dan AS Roma,” ujar Gasperini saat ditanya kans timnya meraih scudetto.

“Setelah sembilan pertandingan, ini tidak mengubah apapun. Yang ada kompetisi Serie A semakin sulit dari waktu ke waktu,” tambahnya seperti dikutip dari Bola.com.

https://twitter.com/IFTVofficial/status/1188489156613361664?s=20

Main photo: Twitter

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here