Ada-ada saja kelakuan Cristiano Ronaldo. Menjelang Liga Champions bukannya latihan dan istirahat yang cukup, dia malah kangen sama mantannya. Mantan tersebut bukan mantan pacar, tetapi mantan klubnya yang bernama Manchester United (MU).

MU memang berjasa melambungkan namanya setelah berada di sana selama enam tahun. Dari zaman Megawati sampai zaman SBY. Tepat setelah pemilu 2009, Ronaldo pindah ke Real Madrid dengan rekor transfer yang sangat gede.

MU-lah yang berjasa memberikan gelar Liga Champions pertamanya, disertai Ballon D’Or pertamanya juga. Makanya, menjelang final Liga Champions lawan Juventus, Ronaldo mengingat-ingat kembali masa-masa itu.

Apalagi, belakangan fans Madrid rada kurang ramah dengannya. Beberapa kali kerap mendapat siulan ketika bermain jelek. Sedangkan saat di MU, pemain yang badannya kayak roti sobek itu tak pernah mendapatkan cemoohan semacam itu.

“Setiap pemain selalu memberikan yang terbaik untuk tim. Tapi, ketika saya membuat kesalahan, mereka (fans Madrid) bersiul. Saya menghabiskan banyak waktu di MU, tapi tak pernah mendapatkan siulan. Mungkin di Inggris dan Spanyol beda mentalitasnya. Saya senang di Spanyol, tapi saya juga merindukan Inggris,” ujar Ronaldo.

Ya memang begitulah namanya mantan. Kadang kalau diingat-ingat kembali, banyak yang bagus-bagus ketimbang pasangan yang sekarang. Bahkan pasangan yang sekarang tak bisa memenuhi apa yang pernah dikasih oleh mantan.

Siulan dari suporter memang jadi concern paling utama bagi pemain berambut kece tanpa ketombe itu. Dia sangat tidak suka kalau mendapat siulan dari fans. Jelas dia bukan burung yang suka diikutkan ke kontes-kontes burung, yang jurinya pakai papan jalan itu.

“Saya sangat tak menyukainya. Tidak normal jika fans bersiul ke arah Anda di kandang sendiri. Saya membencinya. Saat Anda berada di posisi sulit, harusnya Anda mendapat dukungan, bukan seperti itu,” kata anak akamsi kampungan Portugal itu.

Main photo: Diario AS

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here