Newcastle United resmi kembali ke Liga Primer usai mengalahkan Preston North End 4-1 di St. James’ Park. Tak perlu menunggu waktu lama, hanya setahun saja tercelup Divisi Championship, mereka kembali ke kancah persepakbolaan Inggris yang sebenarnya.

Newcastle dipastikan menemani Brighton & Hove Albion yang sudah lebih dulu ke dapat tiket ke Liga Primer. Mereka berada di posisi kedua dengan koleksi 88 poin yang tak mungkin dikejar oleh Reading, meski masih memungkinkan untuk dikejar oleh masa lalu.

Rupanya, Rafael Benitez lah yang jadi aktor kesuksesan Newcastle. Pelatih yang memang sempat ditanya-tanya orang melatih di mana dia, ternyata melatih di Newcastle. Kualitasnya memang tak perlu diragukan lagi.

Membawa Liverpool jadi juara Champions, menangani Napoli, sampai Real Madrid, meski tak sukses-sukses amat, jelas divisi Championship bukan kelasnya. Dengan mudah dan dengan sentuhan hati yang tersumbat, Benitez membawa “The Magpies” kembali ke Liga Primer.

Newcastle ini memang sesukanya saja. Dulu sempat berjaya di Liga Primer saat zaman Orba, dua kali jadi runner up pada musim 1995/96 dan 1996/97, tapi hancur pada era presiden SBY setelah terjerembab ke jurang degradasi pada 2008/09.

Saat itu mereka juga cuma setahun saja di divisi Championship, berikutnya bertahan enam musim sampai akhirnya didegradasi lagi pada musim lalu.

Itulah mengapa, Benitez kini bertekad tak mau mengulangi dua kesalahan yang pernah dilakukan Newcastle. Klub berkostum putih-hitam sok-sokan ikut-ikut Juventus dan Persidafon Dafonsoro itu harus bertahan di Liga Primer dan tak boleh lagi jatuh tersungkur.

“Saya harus memastikan tim ini menyiapkan diri dengan baik menghadapi Liga Primer. Liga Primer sangat berbeda dan Anda harus mengganti skuat jika ingin bertahan. Tetapi saya menilai Newcastle layak menjadi tim yang top,” kata pelatih yang jago bahasa Spanyol itu.

Main photo credit: Sport Illustrated

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here