Duel sengit bin seru terjadi di leg pertama semifinal Liga Champions yang mempertemukan PSG non-Pati dengan Manchester City. Dalam laga ini, City bisa memenangkan laga dengan skor 2-1.

PSG yang penasaran karena gagal juara musim lalu mau coba lagi musim ini. Namanya Liga Champions selalu diadakan tiap tahun. Jadi bisa dicoba berkali-kali kalau memang punya prinsip tak pantang menyerah.

Hanya saja, kali ini PSG harus siap-siap kecewa. Soalnya main di kandang sendiri, malah kalah 1-2. Alhasil di leg kedua, mereka mesti menang minimal skor 2-0 di kandang City. Jelas bukan hal yang mudah jika lihat gaya mainnya City yang super keren itu.

Mengalahkan City 2-0 di kandang merupakan pekerjaan sulit. Sama sulitnya menegur Atta Halilintar supaya tidak pamer kemewahan lagi. Sulit. Sudah dicoba berkali-kali tetap saja mental.

PSG unggul lebih dulu saat pertandingan baru berjalan 15 menitan, setara dengan jam istirahat anak SD. PSG bikin gol lewat sundulan ubun-ubun samping Marquinhos memanfaatkan sepak pojok Angel Di Maria.

Jual beli serangan tanpa riba dilancarkan kedua tim. Saling berbalas serang, tak berbalas pukul. Di babak kedua, City sukses membalikkan skor alias comeback.

City akhirnya menyamakan skor pada menit ke-64 lewat gol tak sengaja Kevin De Bruyne. Sudah jelas, maksud De Bruyne itu mengirimkan umpan kepada siapa saja yang ada di depan gawang.

Ternyata malah tak ada yang menyambut. Bahkan pemain PSG sendiri juga tak menyambutnya. Akhirnya bola meluncur masuk ke gawang Keylor Navas yang tak menyangka bola bisa masuk ke gawangnya.

Hanya berselang beberapa menit, City berbalik unggul. Tendangan bebas Riyad Mahrez tak disangka-sangka bikin pagar betis PSG jadi buyar macam puding jatuh ke lantai.

Navas rada kesal lantaran pagar betis rekan-rekannya tidak solid. Bola melewati sela-sela pagar lantaran dua pemain memiringkan badan. Entah siapa pelakunya.

Gol ini disambut suka cita para pemain City. Mereka sudah selangkah lagi masuk final Liga Champions untuk pertama kalinya. Luar binasa.

“Kami tidak menguasai bola pada posisi yang tepat saat tertinggal 0-1. Klub ini tak punya pengalaman pada tahap semifinal Liga Champions,” kata Pep Guardiola dikutip Bolasport.

“Kami sedikit mengubah cara menekan lawan pada babak kedua. Bermain melawan Neymar, Kylian Mbappe, dan Angel Di Maria sangat tidak mudah. Saya puas dengan penampilan Man City,” tuturnya melanjutkan. 

Sementara pelatih PSG, Mauricio Pochettino, tak mau menyerah sebelum bertanding. Ya iyalah, peluang lolos ke final masih tetap ada, walau berat.

“Dua gol itu sangat mengecewakan. Sulit untuk diterima, tetapi itu bisa terjadi dan itu terjadi di semifinal. Sangat menyakitkan. Leg kedua, dalam sepak bola Anda harus selalu percaya,” ujarnya.

SHARE
Previous articleLama Tak Bersua, Madrid-Chelsea Sepakat Seri Saja
Next articleMU Begitu Gacor, Roma Dibor Sampai Bocorrr
Bolatory memberikan informasi terkini tentang sepakbola dilengkapi data dan analisis dengan gaya penulisan sesuka hati, loncat ke sana-ke sini, serta menghiraukan semua masalah di muka bumi ini. Tapi kami bukan kera sakti, kami adalah Bolatory.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here