Manchester City sukses meraup poin penuh melawan tim medioker bernama Arsenal dalam lanjutan Liga Primer. Tim asuhan Pep Guardiola itu menang telak 3-0. Sudah seperti lawan tim gurem saja menangnya sampai begitu.

Padahal, Arsenal ini masih hitungan tim medioker, bukan tim gurem. Buktinya masih mampu di posisi kesembilan, bukan sembilan belas. Namun skornya sudah seperti tim gurem.

Atau memang City-nya yang terlalu jago dan tega menghajar tuan rumah. Kalau dibilang jago juga enggak jago-jago amat soalnya tertinggal jauh dari Liverpool di puncak klasemen.

Atau mungkin memang Arsenalnya yang kebangetan rendah. Alhasil bisa di-‘ayam-ayamin’ oleh mpok City.

Tampil di depan warganya sendiri ternyata tak membantu Arsenal untuk urusan mencetak gol. Entah sudah lupa caranya atau bagaimana.

Padahal kalau lupa tinggal buka Google atau Youtube saja. Di situ banyak sekali tata cara mencetak gol dengan baik, benar, dan sah.

Di awal Arsenal sempat meyakinkan setelah membuat peluang emas dari Gabriel Martinelli. Tendangannya masih bisa ditepis tangan Ederson.

Namun, hanya beberapa detik saja setelah itu, City justru yang membuat gol. Tidak ada sopan-sopannya. Baru bertamu dua menit sudah membobol yang punya rumah. Kurang ajar sekali.

Sebuah umpan silang Gabriel Jesus langsung disambut sedap oleh Kevin de Bruyne. Tendangannya kencang sekali bagaikan otot lengan Deddy Corbuzier.

Tidak lama setelah itu, kira-kira 13 menitan, City mencetak gol lagi. Kali ini lewat sebuah gol cebok Raheem Sterling yang menerima operan matang dari De Bruyne.

De Bruyne benar-benar lagi bersinar malam itu. Bukan cuma rambutnya saja yang pirang bikin bersinar, performanya juga. Setelah mencetak satu gol dan satu assist, kini dia menambah gol lagi dari tendangan luar kotak penalti.

Babak pertama berakhir 3-0. Harusnya kalau dibuat pola, di babak kedua bisa 6-0. Cuma mungkin City masih tahu diri. Tidak tega membuat Arsenal malu di rumah sendiri.

Yang menarik, Pep justru bilang kalau penampilan mereka masih lebih bagus saat lawan Manchester United di mana laga itu mereka kalah 1-2. Jadi bingung juga, Pep ini maunya apa. Main bagus apa hasil bagus?

“Kami mendapat hasil yang luar biasa, tapi cara kami bermain saat menghadapi Manchester United (kalah 1-2 pekan lalu) jauh lebih baik dari berbagai hal. Saya tahu hasil yang penting, tapi saya juga punya tugas untuk menilai performa, bukan cuma hasil,” ujarnya dikutip Detik.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here