Thomas Tuchel memang memberikan dampak signifikan terhadap persepak bolaan Chelsea. Sempat terengah-engah di zaman Frank Lampard, “The Blues“-nya Tuchel membawa angin baik.

Chelsea kini jadi sulit dikalahkan, bahkan dijebol juga sulit. Namun, pada laga terakhir lawan Leeds United, mereka cuma berakhir imbang 0-0.

Rada percuma juga kalau bikin tim kuat yang susah dikalahkan dan dijebol. Tapi ujung-ujungnya cuma berakhir nol-nol. Kalau terus begitu, ya Chelsea tidak bakal lolos Liga Champions.

Dalam lima laga terakhirnya, Chelsea memang berhasil mempertahankan cleansheet di segala kompetisi. Mereka benar-benar nirbobol. Kebayang betapa kuatnya itu pertahanan. Bagaikan mental bapak-bapak orde baru.

Lawannya juga bukan kaleng-kaleng. Dari Atletico Madrid, MU, Liverpool dan Everton. Semuanya tim kuat, paling Everton saja yang agak lemah sedikit.

Hanya kebobolan dua gol dari 10 pertandingan pertamanya di Liga Inggris, Chelsea zaman Tuchel menyamai catatan Jose Mourinho. Hebatnya jumlah clean sheet Edouard Mendy, 19, lebih banyak dari total 18 gol yang bersarang musim ini.

Namun, dari lima laga tersebut ada dua laga yang berakhir imbang tanpa gol. Yaitu pas lawan MU. Secara produktivitas juga mereka hanya mencetak empat gol dalam lima laga terakhirnya.

Jadi Tuchel juga sebenarnya punya tugas makalah untuk segera meningkatkan produktivitas penyerangnya. Terutama yang namanya Timo Werner itu.

“Kami semakin pede jika tidak kebobolan. Kami kecewa dengan hasil ini dan itu jadi pertanda bagus,” ujar Tuchel dikutip Detik.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here