Setelah jeda internasional, kita kembali ke liga masing-masing. Gara-gara libur, Chelsea sampai lupa caranya mempertahankan tren kemenangan. Bahkan lupa caranya bertahan supaya tidak kebobolan.

Melawan West Bromwich Albion, Chelsea takluk 2-5 di kandangnya sendiri. FYI, kandang Chelsea ini ada di Stamford Bridge, bukan di I Wayan Dipta. Namun sepertinya masih bagusan sembatan Suramadu ketimbang jembatan Stamford.

Yang bikin nyesek, Chelsea sudah menang 1-0 lewat gol Christian Pulisic. Tendangan bebas Marcos Alonso bisa memanfaatkan tiang gawang untuk menjadi assist bagus kepada Pulisic. Harusnya di Livescore, tertulis “Tiang Gawang” sebagai pemberi assistnya.

Namun tak lama kemudian Chelsea dapat hadiah kartu merah padahal sedang tidak berulang tahun. Kejam sekali, hadiahnya kartu merah.

Bek veteran, Thiago Silva, diusir wasit meski tidak punya maksud itikad yang jahat. Maksud hati mengeblok bola dengan tekelnya tapi malah Okay Yokuslu keangkut sekalian. Untung saja si Okay tetap ‘okay’ dan bisa melanjutkan permainan.

Di sinilah Chelsea merasa sedih. Pada injury time babak pertama, Chelsea kebobolan langsung dua gol walau tidak sekaligus dalam satu waktu.

Pertama lewat Mattheus Pereira yang memanfaatkan umpan panjang kiper Sam Johnstone. Dia lalu menge-lob bola melewati Edouard Mendy. Keren juga ini Johnstone, namanya langsung ada di tempat assist-nya Livescore. Kalau di Premier Fantasy League pasti nilainya tinggi, meskipun bobol dua.

Hanya berselang dua menit, Pereira kembali mengobok-obol pertahanan Chelsea. Itu bek-bek Chelsea sampai empat biji cuma menonton doang lihat Pereira menendang. Kalau mau nonton, di bioskop situs Pornhub, mas.

Di babak kedua, West Brom memperlebar keunggulan lewat Callum Robinson. Robinson yang bukan pesaingnya Ramayana itu mencetak gol dengan penyelesaian mantap.

Hanya berselang beberapa menit, Mbaye Diagne menambah gol lagi. Mereka tampaknya ketagihan bikin gol. Apalagi di gol keempatnya itu mereka menjalin sebuah skema yang sangat cantik. Pakai ada acara operan efek dan backheel segala.

Chelsea memperkecil kedudukan jadi 2-4 setelah Mason Mount mencetak gol. Timo Werner masih belum pede atau mungkin memang tak punya keberanian buat bikin gol sendiri. Jadinya bola dioper saja kepada yang berkenan.

Sayangnya pada menit terakhir, West Brom malah memperbesar jarak lagi. Golnya juga bagus lagi. Robinson kali ini menyendok bola untuk memperdaya Mendy.

Parah juga ini Thomas Tuchel. Jarang kebobolan, sekalinya bobol langsung lima gol. Rontok serontok-rontoknya.

“Kami tidak bisa beradaptasi dengan situasi yang mengejutkan saat kami memimpin. Kami biasanya cukup percaya diri untuk bertahan tetapi kami ceroboh dan terus membuat kesalahan besar,” ujar Tuchel dikutip Okezone.

SHARE
Previous articleSpanyol Menang Lumayan Lawan Negara Kemarin Sore
Next articleDibobol Gol Indah, Milan Nyaris Kena Marah
Bolatory memberikan informasi terkini tentang sepakbola dilengkapi data dan analisis dengan gaya penulisan sesuka hati, loncat ke sana-ke sini, serta menghiraukan semua masalah di muka bumi ini. Tapi kami bukan kera sakti, kami adalah Bolatory.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here