Laga hyper mega super ultra extra big match tersaji di pekan-pekan terakhir Premier League. Liverpool yang menjamu Chelsea di Anfield, akhirnya angkat piala pertama mereka selama 30 tahun terakhir.

Laga ini sejatinya tidak begitu signifikan bagi Liverpool yang sudah dipastikan juara. Hanya saja kalau menjalani laga kandang terakhir, yang seharusnya diakhiri angkat piala, tapi justru kalah, memang kocyak.  

Sementara Chelsea harus berjuang di laga ini jika ingin mengamankan tempat di zona Champions.

Seperti biasa, magis sponsor baru masih mengiringi langkah mereka. Bahkan mereka yang mencetak tiga gol, bukan lawan. Liverpool memang tidak mencetak tiga gol, tapi lima… Hiya hiya hiya.

Drama delapan gol pada laga yang berakhir 5-3 terjadi di Anfield tadi malam. Memang banyak sekali golnya macam nonton futsal class meeting.

https://twitter.com/Sporf/status/1286061407008628736?s=19

Hawa-hawa pembantaian memang sudah terasa sejak babak pertama di mana Liverpool telah unggul tiga gol terlebih dahulu. Tiga lagi. Mau?

Dua gol pertama dicetak dengan indah oleh sepakan jarak jauh Naby Keita dan tendangan bebas TAA. Sementara satu gol lain disumbang Georginio Wijnaldum.

Olivier Giroud memperkecil skor menjadi 1-3 di injury time babak pertama.

Liverpool kembali mencetak gol di awal babak kedua lewat sundulan Roberto “Masberto” Firmino. Tapi Chelsea sempat bangkit dengan mencetak dua gol balasan lewat Tammy Abraham dan Christian Pulisic.

Pesta gol Liverpool akhirnya ditutup Alex Oxlade-Chamberlain enam menit jelang laga usai. Laga berakhir dengan 5-3 untuk kemenangan Liverpool.  

“Kami adalah juaranya, itu kenyataan. Kami sudah memenangi empat trofi, yang besar-besar. Saya tidak bisa lebih bangga lagi,” kata Klopp usai laga.

“Biasanya saya tidak perlu foto-foto dengan sesuatu, tapi saya mengambil foto dengan empat trofi kami, ini tidak sering-sering terjadi.”

Sementara Frank Lampard menyebut bahwa timnya memiliki kualitas yang sebenarnya cukup seimbang.

“Beberapa hal yang saya lihat malam ini dari tim kami adalah ketangguhan dan kualitas. Di kedudukan 4-3, kalau kami tidak kebobolan gol kelima, saya rasa kami mengejar. Tapi tidak terjadi,” ujarnya, dikutip dari Detik.

https://twitter.com/Squawka/status/1286049280155934722?s=19

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here