Chelsea gagal memutuskan catatan terbaik Arsenal yang menderita gagal kemenangan terus-terusan dalam tujuh laga terakhir di Liga Primer. Tim asuhan Frank Lampard itu mungkin kasihan sama Arsenal, mereka menyedekahkan poinnya kepada tim medioker tersebut.

Chelsea mungkin kasihan sama Arsenal yang terus-terusan jadi korban perundungan. Apalagi posisi mereka ada di ambang garis kemiskinan, eh degradasi. Ibarat kata lagi jadi rakyat menengah ke bawah.

Di sisi lain, Arsenal memang jadi pembunuh tim-tim papan atas Inggris. Kemenangan terakhir mereka diraih atas Manchester United. Itu terjadi pada….. sekitar 1 November.

Bagi Chelsea, jelas kekalahan ini sangat menyedihkan. Padahal mengalahkan Arsenal pada zaman Corona adalah hal yang sangat mudah. Semudah memasak nasi di magic jar. Meleset sedikit paling kelembekan atau masih rada keras. Toh masih tetap bisa dimakan.

Tim seperti Burley saja bisa mengalahkan Arsenal. Masak Chelsea tidak bisa. Eh ternyata memang tidak bisa.

Akhirnya, semua akan jadi Arsenal pada waktunya. Yakni menderita kekalahan. Apalagi kalahnya sama tim papan menengah bawah seperti Arsenal.

The Gunners” memang lagi rada hoki kali ini. Mereka mendapat voucher penalti setelah Gabriel Martinelli dijatuhkan Reece James.

Alexander Lacazette dengan cermat dan cekatan melepaskan tendangan Swab Negatif yang mampu bersarang positif di gawang Arsenal. Swab Negatif adalah momen yang sangat diinginkan dan diharapkan masyarakat saat ini. Termasuk Lacazette dan kawan-kawan.

Arsenal lalu mampu menggandakan keunggulan lewat peluang dari bola mati lainnya. Granit Xhaka kembali melepaskan tendangan Swab Negatif lewat tendangan bebas yang bersarang indah di sudut gawang Edouard Mendy.

Di babak kedua, Chelsea merasa hancur benar saat Arsenal unggul 3-0. Masak iya dibantai sama tim peringkat belasan kayak begini.

Sebuah tendangan coba-coba Bukayo Saka entah maksudnya menendang langsung atau mengumpan malah bersarang di gawang Mendy. Penonton saja tidak menyangka bola bisa masuk ke gawang lantaran tendangannya yang rada aneh.

Apalagi Mendy yang juga sama tak menyangkanya. Ekspresinya sampai bengong. Tak menyangka juga bisa dibantai sebesar ini.

Chelsea memperkecil kedudukan lewat serangan dada busung Tammy Abraham. Umpan silang Callum Hudson-Odoi mampu ditembak lewat dadanya Tammy. Pakai dada saja bisa gol, apalagi pakai kaki atau “adik”-nya Tammy.

https://twitter.com/brfootball/status/1343177183204929538

Wasit sempat mengecek VAR untuk melihat kemungkinan offside. Ternyata tidak karena kelihatan di garisnya.

Chelsea sempat dikasih voucher juga di akhir-akhir laga. Namun tendangan Jorginho yang entah apa gayanya itu bisa ditepis Bernd Leno.

“Teruslah seperti itu. Beberapa pekan terakhir kami telah berada di situasi yang berbeda di babak pertama, jadi kami akan maju dengan lebih positif,” ujar Kieran Tierney kepada Sky Sports yang dikutip dari Bola.net.

“Seperti yang saya katakan, ‘teruslah begitu’. Kerja keras yang membuat kami berada di sini sejak awal, jadi kami pertama-tama harus mempertahankannya,” lanjutnya.

Sementara Lampard tampak misuh-misuh dengan anak usahanya. Passing saja tidak becus!

“Para pemain melakukan segalanya dengan salah,” kata Lampard kepada talkSPORT soal performa Chelsea melawan Arsenal, dikutip dari Goal.

“Saya tidak bisa membela performa mereka di babak pertama karena mereka payah dalam kemampuan sepakbola dasar. Merekalah yang bertanggung jawab di babak pertama.”

“Padahal saya sudah memberikan pesan yang jelas kepada para pemain: bahwa ini akan menjadi laga yang sulit menghadapi lawan yang sedang berjuang, yang punya kualitas, dan yang akan mengerahkan segalanya untuk derbi London.”

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here