Chelsea meraih kemenangan dalam lanjutan Liga Primer. Meski menangnya cuma irit 1-0 atas Fulham, namun hal itu sudah cukup untuk mendapatkan tiga poin penuh.

Main bola memang tak perlu indah, yang penting efektif. Kecuali pahamnya coach yang itu, yang maunya main indah tanpa memedulikan hasil. Tak masalah, orang kan beda-bada.

Chelsea memang tampil cukup baik meski ada kesalahan-kesalahan mendasar bin lucu. Beberapa peluang mereka ciptakan tapi gagal ada yang membuahkan hasil. Salah satunya tendangan Mason Mount yang mengenai mistar.

Chelsea tampak harus menggesek salah satu voucher card demi memperoleh kemenangan, yakni kartu merah. Antonee Robinson dikeluarkan wasit usai menghajar Cesar Azpilicueta.

Unggul jumlah pemain membuat Chelsea jadi lebih nyaman. Mereka akhirnya bisa mencetak gol pada menit ke-78 lewat tendangan first time Mount.

Mount menendang bola tanpa syarat apapun usai mendapat bola muntah dari halauan kiper Alphonse Areola. Dapat bola nemu, Mount langsung sikat ke gawang tanpa menggunakan sikat WC.

Chelsea sebelumnya nyaris kebobolan setelah Edouard Mendy nyaris tertular virus Kepa Arrizzabalaga. Ya Azpilicuetanya juga sih yang kebangetan, mengoper back pass jarak dekat begitu yang bikin Mendy kaget meski tak sampai latah jorok.

Untung saja tendangan pemain Fulham masih bisa diblok Thiago Silva. Selamatlah gawang Chelsea, dan selamatlah poin tiga milik Chelsea.

Meski menang, Frank Lampard tampak kecewa karena Chelsea cuma bisa menang irit. Padahal lawannya 10 orang.

“Tantangan untuk mengalahkan tim yang bermain dengan 10 orang cukup berbeda. Anda harusnya memanfaatkan keadaan itu dan mencetak lebih banyak gol,” katanya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here