Perburuan gelar Liga Primer kembali membuka pintu keseruan. Sang pemuncak klasemen, Chelsea, mengalami kekalahan dari Crystal Palace 1-2. Kekalahan itu terbilang mengagetkan meski tak sampai latah teriak, “ayam..ayam…”.

Bagaimana tak kaget, Chelsea sudah bermain di rumahnya sendiri malah unggul lebih dulu lewat Pedro Rodriguez saat pertandingan baru berjalan lima menit. Aksi Eden Hazard di pinggir lapangan berbuah manis ketika menyedekahkan bola kepada Pedro yang sudah nongkrong di depan gawang Wayne Hennessey.

Sayangnya, keunggulan itu cuma bertahan empat menit saja. Wilfried Zaha berhasil membobol kiper yang punya hidung gede, Thibaut Courtois, usai memanfaatkan umpan dari Christian Benteke.

Selang dua menitan, Palace malah cetak gol lagi. Mungkin ketagihan karena merasakan betapa orgasmenya mencetak gol. Kali ini gantian, Zaha yang kasih sedekah kepada rekannya yang membutuhkan. Benteke bahkan sok-sokan mencungkil bola demi memperdayai Courtois yang bisa mati kariernya dibobol gol begitu.

The Eagles” pun cukup main selama 11 menit di awal saja. Pasalnya, setelah itu tak ada gol tercipta. Chelsea punya beberapa peluang tapi kayaknya ogah dijadikan gol. Mungkin biar liganya rada seru sedikit.

Maklum, Chelsea memang meninggalkan lawan-lawannya di Liga Primer yang unggul 10 poin. Untungnya, Tottenham Hotspur yang ada di peringkat kedua menang atas Burnley sehingga hubungan LDR mereka sedikit terpangkas.

“Buat Anda rekan-rekan media, tentu ini hasil yang baik karena Liga Primer akan semakin menarik. Di Inggris tak ada pertandingan mudah, semuanya sulit baik melawan tim kuat atau melawan tim yang lagi berjuang di zona degradasi sekalipun,” kata pelatih bernama Antonio Conte.

Sebaliknya, pelatih Palace bernama Sam Allardyce yang tak ada hubungan saudara dengan Salim Alaydrus itu mengaku sudah menyiapkan rencana super untuk mengalahkan Chelsea.

Entah benar rencana atau sekadar kebetulan, nyatanya klub berlogo elang kayak logonya Kacang Garuda itu bangga timnya bisa menjalankan perintahnya, dan mengikuti larangannya.

“Kami adalah tim yang mengejutkan dan dapat terjadi kapan saja serta di mana saja. Rencana kami bekerja dengan baik, lini depan kami mampu bermain beda dari biasanya,” kata pelatih gendut berjuluk “Big Sam” itu.

Main photo credit: Sporting News

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here