Cukup jarang ada sebuah klub menganut gaya pesaingnya sendiri. Tapi bagi Juergen Klopp, selama memberikan hal positif buat timnya, mengapa tidak? Itulah yang dilakukannya ke depan.

Pelatih Liverpool yang sok-sokan pakai kacamata itu mengimbau anak asuhannya untuk berkiblat ke Chelsea. Bukan kiblat untuk sholat, tapi maksudnya mencontoh gaya permainan Chelsea untuk urusan pertahanan.

Seperti diketahui, “The Blues” kini merupakan salah satu tim yang paling mantap dalam urusan bertahan. Selain punya karakter parkir bus ala Jose Mourinho dulu, hal itu makin keren saat ditukangi Antonio Conte, seorang Italia yang merupakan negara asal sistem Catenaccio.

Jika dibandingkan Tottenham Hotspur, memang lebih sedikit Tottenham jumlah kebobolannya, yakni 22 berbanding 24. Tapi, Chelsea jadi salah satu tim yang bisa mempertahankan kemenangan dengan baik. Tidak begitu saja memberikan sedekah gol buat lawan.

Lain halnya dengan Liverpool. Klub yang tak pernah juara dari zaman Orde Baru itu memang jadi klub tersubur dengan 66 gol musim ini. Tapi kebobolannya juga banyak banget. Yakni mencapai 39 gol, paling banyak di antara tujuh tim papan atas Liga Primer.

Mereka punya penyakit baru dalam pertandingan, yakni tidak bisa mempertahankan keunggulan. Alhasil banyak poin yang terbuang, padahal mendapatkannya setengah mati.

“Mungkin Chelsea harus dijadikan contoh. Mereka bisa bikin lawan tak mendapat bola sebanyak tiga kali pada 20 menit jelang laga berakhir. Mereka terus menekan lawan sampai akhir, tidak membiarkan lawan menguasai pertandingan sehingga mereka mampu mempertahankan keunggulan,” kata Klopp.

Main photo credit: The Telegraph

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here