Chelsea kembali melangkah ke final Liga Champions setelah sembilan tahun menunggu. Tim asuhan Thomas Tuchel itu sukses ke final usai mengalahkan Real Madrid dengan skor standar 2-0.

Meski skornya standar, tapi permainannya luar biasa. Trio lini tengah Madrid, Luka Modric, Casemiro, dan Toni Kroos, tidak berkutik dan cuma diayam-ayamin sama N’Golo Kante dan Jorginho.

Memiliki keunggulan satu gol tandang, Chelsea tampak percaya diri. Mereka bahkan sudah bisa unggul lewat gol tipu-tipu Timo Werner. Werner bisa membobol gawang Madrid tapi ternyata prank doang karena kena jebakan offside.

Meski begitu, Werner tidak bersedih dan murung. Dia bisa mencetak gol lagi lewat gol sundulan cebok. Tendangan Kai Havertz memantul ke mistar, kemudian assist dari mistar tersebut dimanfaatkan oleh Werner dengan sundulan tipis.

Madrid bukan tanpa serangan. Karim Benzema punya dua kali kesempatan tapi bisa dimentahkan kiper Edouard Mendy. Luar biasa si Mendy ini.

Chelsea memang tampil luar biasa sekali di laga ini. Berkali-kali bikin peluang emas yang bisa digagalkan oleh tiang dan Courtois. Kalau Madrid tak pakai kiper, sudah pasti kebobolan banyak itu.

Menjelang akhir laga, Chelsea akhirnya mengunci kemenangan ini lewat gol Mason Mount. Umpan Christian Pulisic bisa dicocor oleh Mount di depan gawang Courtois.

“Kami mesti menunggu dan mudah-mudahan kami tiba dengan skuad yang lengkap karena ini belum selesai. Kami ingin maju terus dan kami tiba di kompetisi ini untuk memenanginya,” ujar Tuchel.

Sedangkan Zinedine Zidane memberikan pujian kepada Chelsea dan mengakui kekalahannya.

“Chelsea layak menang. Kami telah berusaha tetapi Chelsea pantas mendapatkan hasil lebih baik. Kami harus bangga bisa melaju sejauh ini dan memberi selamat kepada Chelsea,” ujarnya dikutip Bolasport.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here