Lawatan Chelsea ke Johan Cruijff Arena berbuah manis. Melawan sang tuan rumah Ajax Amsterdam, “The Blues” meraih kemenangan tipis lewat gol tunggal Michy Batshuayi yang dicetak di menit-menit akhir pertandingan.

Padahal Ajax bisa dibilang sebagai tim yang jagoan kandang. Kalau seperti masa kecil dahulu, Ajax ini macam anak yang songong sekali gayanya kalau ada di rumahnya. Mentang-mentang bapaknya panjang kumis, jadi bisa semena-mena.

Seperti dilansir dari Squawka, dari tujuh pertandingan kandang terakhir di semua kompetisi musim 2019/2020 ini, Ajax selalu meraih kemenangan dengan catatan 24 gol dan hanya kemasukan empat gol.

Suporter mereka mungkin sampai bingung ketika ditanya apa rasanya kalau tim mereka kalah atau seri, karena Ajax kerjanya menang terus.

Meski demikian Ajax ternyata tak hanya jago kandang saja. Bahkan mereka belum sekalipun kalah di semua kompetisi di musim 2019/2020 ini. Jangankan kalah, tidak ada tim yang mampu meraih clean sheet ketika melawan Ajax di musim ini.

Tapi semua rekor bagus Ajax kini putus di tangan Chelsea. Skor tipis 0-1 cukup untuk mengingatkan Ajax bagaimana rasanya tidak mencetak gol, serta bagaimana rasanya kalah, di kandang pula.

Kemenangan ini juga membuat catatan kemenangan Chelsea makin panjang. Pasukan Frank Lampard meraih enam kemenangan beruntun di semua kompetisi. Saat ini Chelsea juga memimpin klasemen Grup H dengan enam poin. Sama dengan Ajax, namun mereka unggul head to head.

Kedua tim bermain cukup terbuka sepanjang laga membuat banyak peluang yang tercipta. Callum Hudson-Odoi mendapat dua kesempatan bagus dari depan gawang di menit ke-25 dan ke-27. Tapi peluang tersebut mampu ditepis penonton dan papan sponsor.

Tuan rumah sempat mencetak gol di menit ke-35 melalui Quincy Promes. Tendangan Hakim Ziyech yang membentur bek Chelsea, mampu disambar Promes di muka gawang. Sudah sempat selebrasi, ternyata wasit memutuskan bahwa gol tersebut tidak sah karena Promes kedapatan offside.

Padahal pada tayangan VAR tipis sekali posisi Promes yang offside tersebut. Hanya ketiaknya saja yang sedikit maju. Tapi yang namanya offside tetaplah offside.

Masuknya Christian Pulisic dan Michy Batshuayi di babak kedua membuat perbedaan. Sebuah gol yang sangat telat, tepatnya di menit ke-86, diciptakan Chelsea melalui kombinasi kedua pemain tersebut. Untung saja walau telat masih boleh masuk. Skor 1-0 sendiri akhirnya bertahan untuk kemenangan Chelsea.

“Permainan Michy saat menahan bola juga bagus, dia membuat perbedaan dan bisa mencetak gol, jadi saya senang. Kamu juga harus memberikan pujian untuk Christian karena dia tampil begitu hidup di lapangan dan asistnya amat penting,” puji Lampard, dikutip dari Detik.

Main photo: @chelseafc

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here