Chelsea dan Manchester United masih saja bertanding ketika Liga Inggris sudah usai digelar. Namun pertandingan ini mereka lakukan demi memperebutkan satu kesempatan terakhir meraih gelar di musim ini. Maklum, keduanya nyaris mengakhiri musim dengan hampa. Seperti isi ciki Chuba sekarang saja. Jualannya angin, isinya cuma bonus.

Akhirnya Chelsea lah yang keluar sebagai pemenang setelah mengalahkan MU dengan skor 1-0. Lumayan bisa menuh-menuhin lemari trofi punya “The Blues”. Pada pertandingan final Piala FA yang digelar di Stadion Wembley, Chelsea menang berkat satu gol mudah yang dilesakkan oleh Eden Hazard.

Jelas saja mudah, sebab melalui titik putih alias penalti. Ditendangnya pun dari dalam kotak penalti lawan pula. Coba menendangnya dari kotak penalti sendiri ke gawang David De Gea yang ada di seberang sana, pasti susah golnya. Hitung-hitung beruntung juga Chelsea ini.

Pasalnya sepanjang pertandingan MU yang menguasai jalannya laga. Statistik pun dipegang MU dengan 18 percobaan, berbanding enam milik Chelsea. Penguasaan bola pun juga dimiliki “Setan Merah” dengan 67 persen berbanding 33 persen.

Namun sepertinya kali ini Jose Mourinho termakan jurus sendiri. Macam Yoshimitsu di gim Tekken yang bisa mengeluarkan jurus bunuh diri.

Seperti diketahui bahwa Mourinho kerap menerapkan permainan sepakbola pragmatis dan tidak peduli jika dikritik karena hanya mengandalkan serangan-serangan balik. Bus-bus seperti Lorena, Dewi Sri, Handoyo, dan Pahala Kencana dia sewa untuk mengawal gawangnya. Pokoknya yang penting hasil akhir.

Kini jurus itu berfungsi bagi Chelsea dan MU tidak sanggup untuk memenangkan pertandingan. Pasti para penggemar Chelsea senang sekali dengan hal ini. Paling enak lagi kalau sambil berkata, “mamam tuh pragmatis!”.

Permainan pada babak pertama berjalan lambat bagai odong-odong baru mulai dikayuh. Chelsea sempat melakukan protes meminta penalti ketika Tiemoue Bakayoko dijatuhkan di kotak terlarang. Protes yang tidak sampai berlanjut dengan bakar ban tersebut tidak digubris oleh wasit yang tidak melihat itu sebagai pelanggaran.

Penalti benar-benar didapatkan Chelsea setelah Phil Jones melakukan tekel kepada Hazard yang merangsek ke kotak penalti. Hazard yang mengambil  sendiri tendangan tersebut tidak menyia-nyiakan dengan menendang ke arah yang salah.

Kalau sedang naik kendaraan salah arah bisa balik lagi, kalau ini masalahnya tidak bisa. Sekali tendang tak bisa diulang lagi kalau wasit sudah mengesahkannya. Chelsea unggul 1-0 pada menit ke-22.

Setelah tertinggal MU mencoba bangkit dan mencetak gol penyama kedudukan. Tetapi hal yang dilakukan para pemain MU sia-sia saja karena hingga pertandingan berakhir skor 1-0 tidak berubah untuk keunggulan Chelsea.

Tahu begitu, lebih baik langsung berhenti saja pertandingan sejak menit ke-22. Jadi tidak usah lelah keringetan berlarian ke sana, ke mari tanpa tertawa seperti lagu Akad. Pertandingan berakhir dan dimenangkan oleh “The Blues”.

Gelar ini jadi yang kedelapan sepanjang sejarah Chelsea mengikuti turnamen. Kalah dari MU (12 gelar) dan Arsenal yang masih memegang rekor menang terbanyak dengan 13 gelar. Alhasil kekalahan ini pun membuat MU hanya mengakhiri musim dengan memegang piala angin saja alias tidak ada apa-apa.

Kemenangan tersebut juga menjadi ajang pembuktian Antonio Conte yang diisukan akan didepak pada musim depan. Conte juga menegaskan bahwa dirinya merupakan juara berantai.

Entah apakah sama dengan pesan berantai yang sering tersebar di grup-grup What’s App bapak-bapak satu RT. Di mana biasanya pada akhir surat ada imbauan yang berisi “Jangan berhenti di kamu atau kamu akan miskin tujuh turunan. Bagi yang menyebar akan masuk surga”.

“Ketika Anda terbiasa juara setiap musim, musim seperti ini dapat menciptakan beberapa masalah dalam diri Anda. Tapi saya juga berpikir di musim yang sulit seperti ini, saya membuktikan bahwa saya seorang juara berantai. Juara dengan cara seperti di musim ini memberi saya kepuasan lebih daripada kemenangan saya di masa lalu,” kata Conte seperti dikutip dari Detik.

Pada sisi lain, meski kalah, Mourinho selalu tidak pernah lupa untuk cari alasan. Kali ini ia menyindir gaya bermain Chelsea yang cenderung bertahan. Mou masih lupa ngaca rupanya.

“Saya cukup penasaran untuk mengetahui apa yang Anda katakan atau orang-orang tuliskan karena jika tim saya bermain seperti Chelsea, saya bisa bayangkan apa yang akan orang-orang katakan. Saya cukup penasaran,’ ujarnya ketus.

https://twitter.com/Sporf/status/997907006035030016

Main photo: Racing post

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here