Selesai sudah gelaran kompetisi sepak bola Eropa edisi corona yang diakhiri dengan partai final Champions League. Pada laga yang digelar di Estadio da Luz, Bayern Munchen menang dengan skor minimalis 1-0 atas Paris Saint-Germain.

Pertandingan ini sangat ditunggu-tunggu karena sempat tertunda lama akibat pandemi corona. Alhasil kompetisi juga berjalan dengan sistem baru yang menyesuaikan SItuasi KONdisi TOLeransi PANdangan dan JANGkauan. Jangan disingkat.

Pemengan dipastikan akan menjadi juara edisi corona yang mulai babak delapan besar, berjalan hanya satu leg saja. Ibarat ke Dufan, Bayern dan PSG ini pakai fast track.

Laga ini juga disebut sebagai salah satu final yang ideal karena kedua tim merupakan ­­auto-juara di masing-masing liga. Sama-sama kuat pokoknya. Selain itu mereka juga berebut untuk meraih treble setelah panen gelar di ladang sendiri. Katanya sih kompetisi petani.

Benar saja, laga berjalan seru sejak awal pertandingan. Bayern yang mendominasi, justru sempat dikejutkan oleh sodokan Neymar yang bekerja sama dengan Kylian Mbappe.

Sayang Manuel Neuer tampil aktif dan sepertinya sedang mengaktifkan mode kaki delapan di laga tersebut. Jago sekali kakinya menahan-nahan bola.

Bayern bereaksi lewat striker editan Robert Lewandowski yang tendangannya mampu ditepis tiang gawang.

Keylor Navas yang rambutnya dipikok juga tak mau ketinggalan usai menepis peluang emas Lewy.

PSG kembali mendapat peluang emas di akhir babak pertama memanfaatkan kesalahan lini belakang Bayern. Sayang tendangan Mbappe hanya menghasilkan pistol air alias kurang bertenaga. Skor 0-0 mengakhiri babak pertama.

Bayern akhirnya menggunakan jurus pamungkas, sundulan sang mantan, di babak kedua, yang ternyata ampuh bikin PSG klepek-klepek.

Umpan matang Joshua Kimmich, disambut sundulan Kingsley Coman yang pernah menjadi pemain PSG beberapa tahun silam. Skor 1-0 untuk Bayern.

Keputusan Thomas Tuchel memasukan Lord Eric Choupo-Moting ketimbang Mauro Icardi juga tak mampu mengubah keadaan. Sempat mendapat peluang emas di menit akhir, Moting gagal menyentuh bola umpan Neymar.

https://twitter.com/Sporf/status/1297643463689883650?s=19

Kedudukan 1-0 pun bertahan hingga peluit panjang. Bayern menang berkat gol sundulan sang mantan.

Bayern memang tampil perkasa di Champions musim ini dengan catatan meraih semua laga dengan kemenangan. Sementara PSG yang belum pernah kalah di final Champions, kini akhirnya kalah juga.

Gelar Champions keenam Bayern juga memastikan mereka meraih treble di musim ini bersama pelatih yang sempat magang, Hans Dieter-Flick.

“Saya pikir kami melakukan pekerjaan yang sangat baik pada laga final ini. Kami memiliki sikap yang baik di luar sana melalui tim yang sangat bagus untuk dilihat,” ujar Dieter Flick, usai laga, dikutip dari Kompas.

Sementara Thomas Tuchel mengatakan bahwa timnya sudah memberikan yang terbaik dan harus menerima hasil laga tersebut.

“Kami memberi segalanya. Kami meninggalkan hati dan semuanya di atas lapangan. Anda bisa menduga itu di final, tapi tidak ada lagi,” ujar Tuchel, dikutip dari Detik.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here