Berakhirnya Piala Dunia 2018 dimanfaatkan beberapa pemain untuk memutuskan pensiun dari tim nasional yang mereka bela. Setelah sebelumnya Spanyol ditinggal Andres Iniesta, Gerard Pique, dan David Silva, kini Kroasia kehilangan ujung tombak mereka yaitu Mario Mandzukic.

Beberapa pemain yang dibawa pada Piala Dunia 2018 lalu memang banyak juga yang merupakan pemain dengan usia ‘akhir’. Tidak heran, Piala Dunia ibarat menjadi garis finis perjalanan karier mereka bersama tim nasional masing-masing.

Begitu juga Mandzukic yang telah menjadi langganan di satu tempat dalam skuat timnas Kroasia. Apalagi bisa dikatakan Piala Dunia 2018 ini adalah momen terbaik bagi setiap pesepak bola Kroasia yang ikut ke Rusia, kecuali Nikola Kalinic yang hobi ‘ngelawan’.

Bagaimana tidak, sepanjang keikutsertaannya pada ajang empat tahunan, baru kali ini Kroasia melangkah ke final. Meski gagal menjadi juara, setidaknya ini adalah prestasi yang patut dibanggakan mengingat meraka baru ikut Piala Dunia pada tahun 1998. Hanya dalam 20 tahun saja sudah bisa mencapai final.

Bandingkan dengan Real Madrid yang katanya langganan juara Liga Champions, namun belum sekalipun meraih gelar Piala Dunia antar negara.

Momen ini sepertinya yang dimanfaatkan oleh Mandzukic untuk memutuskan mundur dari membela timnas Kroasia. Bisa dibilang ini saat yang paling tepat untuknya, mengingat umur Mandzukic yang kalau jadi orang Betawi namanya berubah jadi Marzuki, juga sudah mencapai 32 tahun.

Apabila ia pensiun pada umur 20 sepertinya terlalu cepat, sedangkan kalau pensiun umur 45 sepertinya sudah keburu kadaluwarsa duluan. Ibarat main bola kalau sudah umur segitu hanya sisa semangat saja, untuk kekuatan fisik dan lain-lain pasti sudah menurun.

Mandzukic juga berperan penting pada perjalanan Kroasia pada Piala Dunia lalu. Gol-gol yang dia ciptakan benar-benar heroik bercampur epic. 

Ia mencetak satu gol penyama kedudukan saat lawan Denmark. Kemudian bikin gol dramatis di babak tambahan kala berhadapan dengan Inggris di semi final. Golnya tersebut akhirnya membuat Kroasia menang 2-1 dan melaju ke babak final.

Pemain Juventus yang wajahnya galak macam ketua geng motor itu lalu bikin dua gol epic di final. Pertama gol bunuh diri ke gawangnya sendiri. Kedua, gol paling keren sepanjang Piala Dunia 2018 yang semua orang sudah pada tahu.

Jadi keputusannya bisa dibilang adalah langkah tepat, ibarat kata namanya di timnas Kroasia masih harum kayak kuburan baru. Andai dia buat kasus macam Kalinic dulu baru memutuskan untuk pensiun, sudah pasti orang-orang bakalan bodo amat atas berita tersebut.

Mandzukic sendiri mengumumkan kabar pensiunnnya lewat surat perpisahan yang ditayangkan di laman resmi Federasi Sepak Bola Kroasia (HCN). Menurut Mandzukic, keputusan pensiun itu dibuat karena ia merasa bahwa saat ini adalah waktu yang tepat.

Keputusan mundurnya itu juga belum diketahui lebih lanjut apakah dia ingin meletakkan jabatannya di timnas lalu bakal mendaftarkan diri sebagai calon presiden atau bagaimana. Yang pasti tidak akan menjadi presiden di Kerajaan Ubur-ubur.

“Tidak ada waktu tepat untuk mengucap salam perpisahan. Saya pikir kita semua bisa saja membela timnas Kroasia seumur hidup kita karena tidak ada yang lebih membanggakan ketimbang itu,” ujar Mandzukic dikutip dari Detik.

“Bagaimanapun, saya merasa ini adalah waktunya untuk undur diri. Saya sudah melakukan yang terbaik dan memberikan kontribusi hebat untuk kesuksesan sepakbola Kroasia. Mulai hari ini, saya akan jadi seperti kalian, salah satu fans terbesar Kroasia. Love, Mandzo,” sambung pemain yang mimik wajahnya saat bermain bola selalu serius macam sedang ikut ujian CPNS.

Mandzukic saat ini masih bermain untuk Juventus, telah membela timnas Kroasia sejak tahun 2007 dan mencatat 89 penampilan dan 33 gol. Ia juga masuk dalam skuat Kroasia pada gelaran Piala Euro 2012 dan 2016 serta Piala Dunia 2014 dan 2018.

Main photo: globaltake.com

4 COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here