Arsenal membuka peluang tampil di Liga Champions usai mengalahkan seterunya, Manchester United (MU) di Emirates Stadium 2-0, kemarin. Poinnya memang masih jauh, tapi lumayan buat tambah-tambah uang jajan.

The Gunners” sejatinya hanya butuh tiga menit saja buat mengalahkan MU. Gol pertama terjadi pada menit ke-54 lewat tendangan super Granit Xhaka yang sempat memantul salah seorang pemain MU.

Kasihan juga itu pemain MU yang belakangan diketahui bernama Ander Herrera. Sudah punggungnya cukup pedas dihajar bola kencang, bolanya masuk ke gawang pula. Itu kalau pakai bola plastik pasti lebih pedas lagi rasanya.

Selang tiga menit, giliran sang mantan, Danny Welbeck, yang membobol gawang MU yang dikawal David de Gea. Umpan membelah lautan dari Alex Oxlade-Chamberlain itu dapat disundul dengan sukses oleh Welbeck, tanpa ragu-ragu apalagi malu-malu.

Setelah itu, tak ada gol lagi yang tercipta. Jadi kesimpulannya Arsenal mengalahkan MU cukup tiga menit saja. Lalu buat apa pertandingan dijalankan selama 90 menit, bikin capek saja.

Tapi bagaimanapun itulah peraturannya, suka atau tidak suka mainnya harus 90 menit. Kalau mau sebentar mending main di Timezone saja.

Meski menelan kekalahan, pelatih “Setan Merah” yang berinisial JM alias Jose Mourinho alias Mou, tidak ambil pusing dengan hasilnya. Dia memaklumi kondisi timnya yang lagi lemah tak berdaya akibat masalah cedera.

Mou justru senang karena beberapa pemain seperti Chris Smalling, Phil Jones, dan Juan Mata akhirnya bisa bermain kembali bersama teman-teman sebayanya. Sebelumnya cuma duduk saja di rumah, melakukan perawatan, sampai diizinkan kembali main di luar rumah oleh ibunya.

“Saya tidak bisa meminta lebih banyak dari pemain saya yang belum bermain selama beberapa minggu. Tim ini bagus, terorganisir, dan kami mencoba untuk menang. Dalam laga ini, Arsenal juga tidak lebih baik dari kami,” ujar Mou dikutip Sky Sports.

Lucunya, Mou menyebut kalau kekalahan itu karena timnya tak mampu membuat gol. Padahal semua orang tahu, bahkan sampai nenek-nenek funky sekalipun tahu kalau sebuah tim tak mampu mencetak gol sementara lawannya mencetak gol, maka dinyatakan kalah.

“Kami kalah karena kami tidak mencetak gol. Kami memiliki peluang bagus untuk mencetak gol di depan mereka,” begitulah analisanya. Sungguh akurat dan tajam, setajam Siletnya kak Feni Rose.

Sebaliknya, Arsene Wenger lebih terlihat bijak dalam menanggapi laga ini. Meski menang, dia tak mau jemawa. Pelatih yang rambutnya sudah putih semua kayak Kolonel Sanders itu lebih fokus dengan peluang mereka di Liga Champions.

Mereka terpaut enam poin dengan Manchester City, tapi punya satu laga tabungan. Kalau mau bicara realistisnya, Arsenal paling banter berada di peringkat kelima.

“Kami masih memiliki peluang matematis, tapi kami butuh bantuan. Bantuannya adalah dari kami sendiri dengan memenangkan semua pertandingan kami,” tutur Wenger, tetap tenang di hadapan para wartawan.

Main photo credit: Twitter (@Arsenal)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here