Mantan penyerang AC Milan yang kalau di Indonesia lebih dikenal sebagai merek kendaraan, Keisuke Honda, mengambil keputusan berani. Pemain asal Jepang itu memastikan diri akan menangani timnas Kamboja sebagai manajer tim dengan kontrak dua tahun.

Keputusan dari Honda terbilang mengejutkan. Bukannya menyaingi Yamaha dalam kejuaraan MotoGP atau dalam penjualan motor matik di Indonesia, Honda malah memilih jadi pelatih.

Yang bikin kaget lagi, karier Honda di dunia kepelatihan belum terdengar. Apalagi beberapa hari sebelum menerima kursi jabatan sebagai pelatih Kamboja, Honda baru saja resmi bergabung dengan Melbourne Victory, klub asal A-League (Australia).

Pria berambut kecoklatan macam anak layangan itu pun tidak memutus kontrakya dengan Melbourne dan ia dipastikan tetap menjadi pemain dari klub asal negeri Roger Tekken tersebut. Bersama klub A-League, Honda meneken kontrak selama satu tahun.

Dengan ini Honda akan menjalani peran ganda alias double agent biar bahasanya agak keren sedikit. Yaitu sebagai pemain di suatu negara dan pelatih di negara lainnya. Lebih unik lagi, pada kontrak Honda dengan Federasi Sepak Bola Kamboja (FFC), dirinya tidak akan menerima sepeser uang pun.

Jadi statusnya sebagai pelatih hanya pekerjaan sambilan saja. Mungkin jatuhnya seperti magang. Lumayan jadi ada pengalaman jika memang ingin menekuni bidang pekerjaan yang sama. Kalaupun melenceng, bisa saja Honda jadi pelatih kangguru di Australia sana.

Uang yang dikeluarkan pihak FFC sendiri kemungkinan hanya untuk tiket pesawat pergi-pulang Australia-Kamboja saja dan akomodasi hotel. Mungkin juga ditambah nasi kotak dan besek tiap kali Kamboja melakoni pertandingan.

Meski begitu, pemain berusia 32 tahun itu hanya akan aktif melatih Kamboja pada masa liburan saja. Selama memperkuat Melbourne, Honda kemungkinan akan melakukan komunikasi dengan pihak staf kepelatihan timnas Kamboja dengan sambungan video untuk matei-materi latihan.

Maklum, zaman sekarang sudah canggih. Jarak tak lagi menjadi halangan. Tak perlu pusing berhubungan jarak jauh macam lagunya Jamrud “Kabari Aku”.  Mau mesum saja sudah bisa lewat aplikasi. Pihak Melbourne juga dikabarkan tidak keberatan dengan pekerjaan sambilan pemain barunya tersebut.

“Ini memang cara yang unik, tapi dia akan mencari waktu sekali dalam satu minggu untuk bekerja dengan timnas lewat video conference, dan dia akan mencoba memberikan yang terbaik untuk meningkatkan sepak bola Kamboja,” kata juru bicara FFC seperti dikutip dari Liputan6.

Terkait pembagian waktu terhadap beberapa peran yang akan dijalaninya, Honda mengaku tidak ada masalah terkait hal tersebut.

“Saya punya kontrak selama dua tahun, tapi kenyataannya terasa seperti tak ada kontrak. Saya tak akan selalu hadir di setiap pertandingan, tapi Melbourne Victory mengetahui situasi ini dan memahami keputusan saya. Saya harap saya bisa hadir di sini dalam banyak kesempatan,” kata Honda.

Kedekatan Honda dengan Kamboja memang sudah terjalin sejak lama. Sebelum kontrak unik ini terjalin, Honda sudah mendirikan sekolah sepak bola bernama Soltilo Soccer Academy di Phnom Penh dua tahun silam. Akademi tersebut sudah didirikan sejak tahun 2012 lalu dan memiliki jaringan dengan sekitar 60 institusi di Jepang dan Tiongkok.

Selain itu Honda juga tercatat sebagai pemilik sebuah klub di Liga Kamboha (Metfone C-League) yang bernama Soltilo Angkor.

Tantangan pertama Honda dengan menjadi pelatih Kamboja yang pertama adalah Piala AFF 2018 yang akan digelar pada 8 November hingga 15 Desember 2018 mendatang. Kehadiran Honda diharapkan bisa membuat Kamboja tak sekadar menjadi tim ‘hore’ saja yang biasanya hanya untuk melengkapi jumlah kontestan.

Honda seperti diketahui memutuskan untuk pensiun dari timnas Jepang usai Piala Dunia 2018 yang lalu. Pada babak 16 besar, Jepang kalah dari Belgia dengan skor 2-3 meski sempat unggul 2-0 terlebih dahulu.

Main photo: dailytelegraph.com.au

4 COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here