Pemegang nomor 10 baru Arsenal yaitu Mesut Oezil dikatakan merupakan sosok orang yang sangat dermawan. Hal tersebut disampaikan oleh sang mantan sewaktu sekolah dulu. Bukannya playboy, namun mantan guru bahasa Inggris Oezil yang menyampaikan hal tersebut.

Baru-baru ini mantan guru bahasa Inggris Oezil sewaktu masih duduk di bangku sekolah dulu, menceritakan sifat Oezil sewaktu muda. Tidak seperti anak STM yang kalau mau berangkat biasanya ada yang bawa bekalnya golok sisir dan klewang, Oezil muda dikatakan senang untuk membantu orang-orang di sekitarnya.

Bahkan pada usia 17 tahun, Oezil pernah membiayai teman-temannya untuk pergi ke London. Memang kalau begitu agak dilematis juga sebenarnya. Sebab kalau hanya satu yang diajak, pasti yang lain jadi sirik dan ngomongin si Oezil. Balik-balik dari London bisa-bisa dilabrak di prosotan.

“Mesut [Oezil] adalah pribadi yang amat rendah hati. Ia pernah membayar studi banding teman-temannya ke London dengan gaji pertamanya di Schalke ketika ia masih 17 tahun,” terang Krabbe seperti dikutip dari CNNIndonesia.

Selain itu Oezil juga merupakan pribadi yang dermawan. Kalau pribadi bangsaku, lanjutannya adalah ayo maju, maju, ayo maju. Sedangkan kalau Derawan adalah pulau di Kalimantan. Hal tersebut makin Oezil tunjukan ketika ia bergabung bersama Arsenal.

“Ia pernah mendanai salah satu trip sekolah [di Jerman] ke London sejak ia bergabung ke Arsenal. Kami pernah ke restoran Turki di Golden Green, Mesut menuliskan surat kepada setiap pelajar dan membayar semuanya,” ungkap Krabbe.

https://twitter.com/ofutmundo/status/1038491688870797312

Soal pilihan Oezil yang memutuskan mundur dari timnas Jerman, Krabbe justru membela mantan muridnya tersebut. Sebelumnya Oezil memang menerima banyak komentar bernada rasialis dari beragam pihak. Bahkan presiden Federasi Sepak Bola Jerman (DFB) sampai menuduh Oezil tidak nasionalis dan tidak punya keinginan berintegrasi dengan masyarakat Jerman.

Komentar tersebut merupakan buntut dari aksi Oezil yang bersama Ilkay Gundogan melakukan foto bersama Presiden Turki yaitu Recep Tayyip Erdogan.

Pemuda bermata kubil itu makin mendapat sorotan setelah berlangsungnya Piala Dunia. Pemuda keturunan Turki itu sempat mendapat kritik keras akibat performanya yang dinilai menurun.

Dirinya pun menjadi kambing hitam dari kegagalan Jerman di turnamen tersebut. Lebih kasihan lagi adalah Arsenal yang klubnya memang sudah lama begitu-begitu saja juga turut disalahkan.

Krabbe percaya bahwa isu-isu tersebut sengaja diembuskan oleh pihak tertentu yang iri dengan keberhasilan Oezil yang menjadi pemain kelas dunia. Oezil juga sempat menyampaikan ada perlakuan berbeda dari publik Jerman kepada para keturunan imigran yang sukses dan tidak di timnas Jerman.

“Orang-orang dengan latar belakang diskriminatif tidak seharusnya memimpin federasi sepak bola di dunia yang memiliki para pemain dari keluarga dengan dua keturunan.”

“Sikap seperti mereka sama sekali tidak mencerminkan pemain yang mewakili tim tersebut. Di mata Grindel dan para pendukungnya, saya Jerman ketika kami menang tapi saya imigran ketika kami kalah,” terang Oezil di akun Twitter-nya sewaktu itu.

Sementara itu terkait kemungkinan dipanggilnya Oezil untuk kembali ke timnas Jerman, pelatih Joachim Loew mengatakan hal tersebut mungkin tidak akan terjadi. Menurutnya sebuah keputusan yang dibuat harus dihormati dan Oezil merupakan bagian dari masa lalu tim “Der Panzer”.

“Pemain yang telah pensiun tak akan memiliki peran untuk bermain di masa depan. Ia telah mengatakan ta mau bermain, sudah meyampaikan pandangannya. Ia merupakan bagian dari tim di masa lalu namun sekarang bukan, bagi tim ini sudah berakhir dan tak menjadi bagian dari pemikiran kami,” jelas Loew dikutip dari Goal.

https://twitter.com/MesutOzil1088/status/1038133968531582977

Main photo: vilbalsrbija.com

2 COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here