Duel tim sekontrakan atau partai derbi Milano harus berakhir dengan hasil imbang lantaran keduanya tidak ada yang mau menang maupun kalah. Milan dan Inter berbagi angka 1-1 lewat sebuah pertandingan yang cukup seru.

Memang inilah yang namanya derbi. Seru, banyak serangan, menghasilkan kontroversi. Meski secara aturan, keputusan wasit memang benar. Meski demikian, selalu ada pihak yang dikecewakan.

Inter memang mendapat dua voucher di pertandingan kali ini. Voucher yang sudah lama diidam-idamkan publik Inter. Beda dengan Milan, musim lalu sudah banyak dapat voucher sampai 20 kali. Musim ini saja sudah dapat empat, sedangkan Inter baru dua kali.

Tuhan memang Maha Adil. Apa yang diminta Inter langsung dikabuli dan diberi dua penalti sekaligus dalam satu laga. Baru berjalan 11 menit, Inter Milano langsung mendapat voucher yang siap digesek kapan saja.

Franck Kessie tidak waspada dengan serbuan dua pemain Inter, Edin Dzeko dan Hakan Calhanoglu di area pertahanannya sendiri. Dia malah menggiring bola ke kotak penalti dan terjatuh.

Entah karena panik atau gimana, Kessie terjatuh sambil menyangkutkan kakinya ke Calhanoglu. Yang terjadi adalah wasit menganggap Kessie melakukan pelanggaran kepada Calhanoglu. Mungkin Kessie lupa kalau ini ada di kotak penaltinya sendiri. Kalau di kotak penalti lawan, trik ini ampuh buat dapat penalti.

Calhanoglu sang mantan, ternyata tidak memiliki kasih sayang terhadap bekas klubnya. Calha langsung membobol gawang Ciprian Tatarusanu tanpa basa-basi.

Hanya berselang enam menitan, Milan kali ini yang dapat hoki. Tendangan bebas Sandro Tonali ternyata malah disambut Stefan De Vrij dan masuk ke gawangnya sendiri. Ada-ada saja ini De Vrij. Bukannya bikin gol ke gawang lawan malah bikin gol ke gawang sendiri.

Kira-kira 10 menit kemudian, Inter kembali dapat voucher. Fode Ballo-Toure menyelengkat Matteo Darmian sampai tersungkur. Inilah yang akhirnya menyebabkan penalti.

Penalti kali ini tidak diambil lagi oleh Calhanoglu. Mungkin takut kualat sama mantannya sendiri. Penalti diambil Lautaro Martinez yang ternyata gagal dieksekusi dengan baik.

Tatarusanu yang bukan saudaranya Tata JKT48 mampu membaca arah bola dan menepis penalti tersebut. Berkat tepisannya itu, dia dinobatkan sebagai man of the match.

Di babak kedua, Inter lebih banyak melakukan serangan dan membuat peluang-peluang berbahaya. Sedangkan Milan, sekalinya nyerang langsung kena tiang gawang.

Namun, tidak ada gol lagi yang tercipta. Kedua tim bukan hanya berbagi kontrakan, tapi juga berbagi angka.

SHARE
Previous articleKebobolan Dua Tapi Golin Tiga, West Ham Naik ke Posisi Tiga
Next articleEmyu Dibantai Watford, Ole Akhirnya Out
Bolatory memberikan informasi terkini tentang sepakbola dilengkapi data dan analisis dengan gaya penulisan sesuka hati, loncat ke sana-ke sini, serta menghiraukan semua masalah di muka bumi ini. Tapi kami bukan kera sakti, kami adalah Bolatory.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here