Liga-liga top Eropa akan libur pada pekan ini karena jeda internasional. Selain pertandingan uji coba, timnas-timnas negara Eropa akan melangsungkan pertandingan pertama UEFA Nations League pada akhir pekan nanti. Namun Denmark sepertinya tidak akan diperkuat para penggawa terbaiknya dan justru menurunkan pemain divisi dua serta tambahan para pemain futsal. Luar biasa anti-mainstream.

Pada pekan ini, timnas Denmark akan memainkan dua laga yaitu melawan Slovakia dan Wales. Sementara pertandingan melawan Slovakia, hanya bertajuk uji coba saja. Namanya uji coba, bukan masalah jika gagal menang asal tidak sama anak. Sebab buat anak jangan coba-coba kalau kata Titiek Puspa.

Namun pertandingan melawan Wales merupakan laga perdana Denmark di UEFA Nations League yang untuk pertama kali akan berlangsung. Liga tersebut merupakan agenda baru UEFA demi menyajikan kompetisi di tahun-tahun tanpa turnamen besar macam Euro dan Piala Dunia.

Selain itu turnamen ini juga bertujuan untuk menggantikan laga uji coba dan meningkatkan sepak bola timnas yang lebih berkelas dan kompetitif.

Sialnnya para pemain senior Denmark sepertinya tidak akan membela negaranya pada dua pertandingan tersebut. Hal ini disebabkan masalah antara para pemain senior Denmark dengan Federasi Sepak bola Denmark (DBU).

Permasalahan terkait dengan hak komersial para pemain. Bintang-bintang Denmark macam Christian Eriksen, Andreas Christensen, dan Kasper Schmeichel menolak meneken kesepakatan baru terkait hak komersial dengan federasi.

Sangat disayangkan memang kalau ujung-ujungnya gara-gara uang, sampai menolak untuk membela tanah air. Akibatnya kita juga tidak bisa melihat sang mega bintang pemain hebat antar galaksi alias Nicklas ‘Lord’ Bendtner.

Kasus ini membuat para pemain dari Liga Super Denmark yang bukan disponsori minuman Ale-Ale itu menunjukan solidaritas dengan asosiasi pemain sepak bola Denmark. Alhasil DBU tak memiliki pilihan untuk menurunkan skuat pada dua laga itu.

Jalan keluarnya adalah mereka mengeluarkan susunan pemain yang tak biasa. Bukan atlet panjat pinang atau atlet berenang di kawah gunung, namun DBU akan tetap menurunkan pemain sepak bola, hanya dari divisi dua Liga Denmark.

Bahkan DFB dikabarkan akan menurunkan pemain futsal demi mengisi skuat. Pelatih Age Hereide juga sementara digantikan oleh John Jensen.

Hati-hati saja kalau menurunkan pemain futsal, bisa-bisa nanti skornya juga macam futsal yang terkadang sampai dua digit. Bagus kalau menang. Lha kalau kalah?

Namun langkah ini terbilang cukup unik. Ketimbang pakai pemain sepak bola yang lain, mereka memilih pakai pemain futsal. Kalau masih menolak juga, bisa pakai pemain polo air, lempar lembing, lari gawang, squash, modern pentathlon, atau petanque.

Permasalahan ini sendiri memunculkan anggapan dari penggemar sepak bola Denmark bahwa para pemain sangat mata duitan dan hanya ingin melindungi hak komersial mereka.

Eriksen sendiri menegaskan bahwa mereka tidak menuntut macam-macam, misalnya minta dibelikan rumah, sawah, apartemen mewah, mobil roda tiga, atau medali emas Asian Games. Tidak, mereka hanya ingin memperpanjang kesepakatan yang sebelumnya.

“Sekali lagi kami menawarkan perpanjangan sementara atas kesepakatan yang lama, lalu kami terbang ke Slovakia. Secara keseluruhan, semua anggota tim nasional, bersama-sama kita memasuki kesepakatan dan bersama-sama kita menyelamatkan wajah sepakbola Denmark,” ujar Eriksen dilansir dari Detik.

“Kami ada di sini dan ingin bermain untuk Denmark, seperti biasa. Kita harus menyelesaikan konflik ini sekarang, bukan cuma menggalinya lebih jauh. Jadi kami dengan senang ingin memperpanjang, mari kita memperpanjang kesepakatan lama untuk sebulan,” tambahnya.

https://twitter.com/TeamFA/status/1036912583738052609

Main photo: gistjunction.com

3 COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here