AC Milan kini kian dekat dengan hari sidang yang bukan digelar di Pengadilan Agama Jakarta Selatan. Sidang tersebut merupakan lanjutan dari kasus Milan yang dicurigai telah melanggar aturan Financial Fair Play (FFP).

Kalau bahasa kampung sekitar yang lebih mudah dicerna adalah  “minjem duit kaga dibalikin”.  Sidang UEFA yang akan dijalani Milan sendiri akan digelar kurang lebih satu bulan dari sekarang atau pada 7 Juli 2018.

Seperti yang diketahui oleh para fans maupun haters Milan, bahwa “Rossoneri” menghabiskan hingga 200 juta euro untuk membeli 11 pemain jelang dimulainya musim lalu. Tetapi UEFA kemudian mencurigai adanya pelanggaran yang dilakukan Milan terhadap peraturan FFP.

UEFA menduga bahwa ada uang pribadi dari Yonghong Li sebesar 40 juta euro untuk membantu AC Milan. Maklum, Yonghong Li adalah ‘horang kaya’ dari negeri Tirai Bambu sana.

Hampir 99 saham Milan telah ditebusnya pada musim lalu. Namun ternyata hal tersebut berlawanan dengan aturan UEFA yang tidak memperbolehkan uang pribadi dalam pengelolaan keuangan tim.

Tetapi seperti yang diberitakan La Gazzetta Dello Sport yang dikutip dari Liputan6, bahwa Milan telah menyiapkan strategi khusus untuk mengadapi UEFA. Entah strategi apa yang akan digunakan Milan.

Apakah akan melibatkan Genaro Gattuso yang jago meracik strategi dan menekel leher orang? Apakah akan menggunakan strategi parkir bus atau tiki-taka? Atau 3-4-3 Diamond yang jadi formasi andalan di WE4. Sepertinya bukan itu semua.

CEO AC Milan yang rambutnya minimalis, Marco Fassone dan timnya dikatakan akan menunjukan jaminan perusahaan yang sepertinya bukan surat tanah serta BPKB. Hal tersebut akan menjadi bukti kuat adanya perubahan kepemilikan dalam internal AC Milan yang sebelumnya dimiliki oleh Silvio Berlusconi.

Menurut Fassone bahwa Milan yang kini di bawah kepemilikan Yonghong Li tidak bisa menanggung beban kesalahan pemilik sebelumnya.

“Kami akan membawa data ke badan UEFA dan menegaskan bahwa AC Milan hari ini harus membayar kesalahan tahun 2014 hingga 2017, ketika pemiliknya sama sekali berbeda,” kata Fassone.

Apabila terbukti bersalah, UEFA bisa menjatuhkan tiga jenis hukuman kepada Milan yang jelas hukumannya bukan berupa tidak berdiri dengan satu kaki dengan tangan memegang telinga di depan kelas. Sanksi pertama adalah peringatan resmi.

Kemudian yang kedua adalah denda sebesar 15 hingga 20 juta euro. “Rossoneri” juga harus membayar sepertiga dari denda terlebih dahulu. Sedangkan yang terakhir adalah Milan dilarang untuk bertanding di kompetisi Eropa. Posisi mereka sendiri yang lolos otomatis akan langsung diganti oleh Atalanta.

UEFA sebelumnya telah mengeluarkan pernyataan yang mengatakan Milan melanggar Financial Fair Play. “Komite Investigasi sebagai bagian dari Badan Kontrol Keuangan Klub UEFA (CFCB) telah memutuskan, klub Italia AC Milan masuk ke Bagian Pengadilan CFCB karena melanggar peraturan FFP, terutama soal keseimbangan neraca keuangan yang dibutuhkan,” tulis pernyataan resmi UEFA.

Main photo: raisport.rai.it

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here