Gianluigi Buffon ternyata hanya mampu bertahan selama satu tahun setelah pisah ranjang dengan Juventus. Semusim bermain untuk Paris Saint-Germain, Gianluigi Buffon kembali ke pelukan “Si Nyonya Tua” atas nama cinta. Selain itu, banyak cerita soal kembalinya dia ke Juve, terutama soal pemilihan nomor punggung yang lumayan kocak.

Sudah seperti lagunya Rossa saja, “atas nama cinta, hati ini tak mungkin terbagi, sampai nanti bila aku mati, cinta ini hanya untuk engkau…

Begitulah Buffon. Pilih balikan lagi ke Juventus atas dasar lagunya Rossa, yakni ‘cinta’. Kalau sudah cinta ya mau gimana.

Ada-ada saja Buffon ini. Mau gaya-gayaan saja musim lalu ia pindah ke Paris Saint-Germain. Padahal dalam lubuk hatinya yang terdalam sudah kepatil sama “Si Nyonya Tua”. Ujung-ujungnya, ia tidak bisa move-on dan akhirnya resmi balikan dengan sang mantan.

Maklum juga. Soalnya sepanjang karier Buffon, dia belum pernah bermain satu kali pun untuk tim di luar negeri. Mainnya di Italia terus. Jadi kepindahan ke PSG jadi pengalaman baru tentunya bagi Buffon yang mungkin ingin merasakan bagaimana bermain untuk klub luar negeri.

Kembali ke Juventus tentu merupakan keputusan yang bisa dibilang tak sulit bagi Buffon. Sebab ia menghabiskan hampir seluruh kariernya selama waktu yang sama dengan usia anak baru lulus SMA alias 17 tahun bersama Juventus.

Meski usianya sudah memasuki kepala empat, di mana umur-umur itu biasanya seseorang sudah mulai jadi babeh-babeh yang kerjanya ngeronda dan main gaple, namun Buffon ternyata masih cukup diminati oleh banyak tim.

Demi bisa balikan dengan Juventus, Buffon dikabarkan sampai menolak ‘tembakan’ klub Premier League dan beberapa klub lainnya.

https://twitter.com/MegaBet/status/1146833551918358528

Nampaknya Buffon benar-benar tidak bisa kalau tidak sama Juventus. Mungkin playlist-nya sepanjang musim lalu hanya diisi lagu Rapuh dari Padi karena merasa terpisah dengan separuh hatinya.

“Saya tak ingin menyebutkan nama, itu bukanlah gaya saya tapi saya pikir Anda tidak mengalami masalah untuk menebak (siapa yang menawari Buffon),” tutur sang agen, Silvano Martina, dikutip dari Liputan6.

“Anda bisa mengibaratkan kepulangannya seperti seorang suami yang habis berpetualang dan sudah tidak sabar untuk memeluk istrinya lagi,” tambahnya.

“Kecintaan Buffon terhadap Juventus sangatlah kuat. Turin adalah rumahnya, ini sangatlah penting bahkan bagi keluarganya juga,” ucapnya.

Setelah kembali ke Turin, Buffon resmi mengenakan nomor punggung yang cukup unik yaitu 77. Angka itu sendiri dipilih bukan karena klenik macam mau pasang nomor di ajang Dark To2 alias Toto Gelap.

Nomor itu memiliki arti sendiri bagi Buffon sebab itu merupakan nomor yang ia gunakan saat memperkuat Parma di tahun 1995 hingga 2001.

“Saya berpikir tentang nomor 77, itu merepresentasikan sejarah saya. Saya punya nomor ini di Parma dan memberi saya keberuntungan. Saya sangat menyukainya,” ujar Buffon di laman resmi Juventus.

“Saya berterima kasih kepada Szczesny dan Chiellini yang menawarkan kepada saya jersey nomor 1 dan ban kapten. Namun, saya tidak kembali untuk mengambil sesuatu dari seseorang atau merebutnya lagi.”

Dikutip dari Detik, pada musim 2000/2001, Buffon memilih menggunakan nomor 88 di Parma. Nomor itu rupanya menimbulkan kontroversi, karena dikonotasikan dengan simbol Neo-Nazi. Nomor 88 dianggap representasi dari alfabet HH atau Heil Hitler (salut untuk Adolf Hitler).

Buffon mengaku tak sadar nomor 88 identik dengan Nazi. Ia memilih angka 88 karena menganggapnya simbol kebangkitan di Italia. Dengan nomor 88, Buffon bertekad bangkit setelah gagal membela Timnas Italia di Piala Eropa 2000 karena cedera patah tangan.

Lucunya, Buffon sempat mau pilih nomor 00. Tapi ditolak oleh liga. Mau pilih 01, tapi rasanya cukup lucu. Ya kali dah.

“Liga bilang ke saya itu tak mungkin. Saya juga mempertimbangkan nomor 01, tapi itu dinilai bukan angka yang tepat,” jelasnya.

Jika sampai Buffon bisa mengenakan nomor begitu sih jagoan banget. Betul-betul dapat dari orang dalam. Buat Buffon apa saja boleh. Kalau perlu pakai nomor kode telepon negara berkembang +62. Pasti bisa ketularan nyinyir-nya.

Main photo: @b24pt

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here