Hari yang ditakuti oleh para penggemar Juventus akhirnya datang juga. Jelas bukan Juventus yang ternyata berubah jadi klub motor seken. Namun legenda hidup klub asal Turin itu, Gianluiggi Buffon akhirnya memutuskan untuk meninggalkan “La Vecchia Signora”

Sepanjang musim ini, masa depan Buffon memang sudah banyak dibicarakan orang-orang. Kontrakannya di Juventus akan berakhir pada musim ini. Namun belum ada tanda-tanda dari pihak manajemen sendiri akan diperpanjang.

Entah satu bulan, tiga bulan, atau selama satu semester sekalian seperti anak kuliahan yang kalo ngontrak ramai-ramai. Tergantung Buffon saja maunya sampai kapan. Biasanya kalau kontrakan yang penting langsung bayar di muka semua.

Kegagalan Italia untuk lolos ke Piala Dunia 2018 juga dikatakan akan membuat isu yang beredar semakin panas jelang musim kemarau ini. Buffon pun diyakini akan segera pensiun setelah musim berakhir. Lagian ada-ada saja. Italia yang langganan Piala Dunia malah tidak lolos pada edisi kali ini. Mungkin lupa bayar tagihan, jadi langganannya diputus.

Tapi isu terus berkembang sesuka hati hingga ada kabar bahwa Buffon akan mempertimbangkan untuk bermain di klub lain. Hari Kamis (17/5) kemarin, Buffon menggelar jumpa pers untuk mengumumkan masa depannya.

Ia memastikan bahwa laga melawan Verona di Allianz Stadium adalah penampilan terakhir bersama “I Bianconeri”. Namun ia sendiri belum memutuskan untuk gantung sepatu, gantung sarung tangan, atau bahkan gantungin fans wanita-wanita di luar sana yang suka jerit-jerit kalau lihat wajah tampannya.

Menurut Buffon, saat ini adalah waktu yang tepat baginya untuk meninggalkan Juventus dengan raihan dua trofi musim ini. Angka dua memang terasa tepat dan banyak dianjurkan.

Seperti contohnya program Keluarga Berencana yang dua anak cukup. Lalu juga ada Sarimi yang isi dua. Jadi memang tepat sepertinya keputusan Buffon mengakhiri karier di Juventus.

https://twitter.com/Dugout/status/997205380819234817

“Sabtu nanti akan menjadi pertandingan terakhir saya untuk Juventus dan mengakhiri perjalanan ini dengan dua trofi (yang baru kami raih). Selain itu, mengakhiri perjalanan dengan Presiden klub dan seluruh suporter Bianconeri di seluruh dunia tentu akan terasa spesial,” ujar Buffon dikutip dari Liputan6.

Kiper asal Italia itu mengaku menerima beberapa tawaran termasuk dari Premier League dan Paris Saint Germain (PSG). Namun ia masih belum memutuskan bagaimana kelanjutan masa depannya di dunia sepak bola. Masih ada peluang bagi klub seperti PSS Sleman jika berminat mendatangkannya.

“Saya bangga telah menerima banyak tawaran untuk masa depan. Namun, saya hanya ingin menerima tantangan berikutnya dengan dedikasi tinggi. Jika saya memutuskan untuk melanjutkan karier di lapangan, saya membutuhkan dorongan dan kekuatan yang diperlukan,” ucap Buffon.

Opsi kedua, Buffon benar-benar pensiun lalu melanjutkan kariernya sebagai pelatih atau masuk jajaran manajemen Juve. Presiden Andrea Agnelli kabarnya sudah menawarinya sesuatu. “Agnelli sudah memberikan penawaran terbaik jika saya memutuskan berhenti,” sambungnya.

Sebelum menjadi idola publik Turin, Buffon memulai karier dengan bermain untuk Parma pada tahun 1995. Setelah enam musim, ia dilamar oleh Juventus tanpa emas kawin di musim 2001/2002. Sisanya adalah sejarah. Kiper 40 tahun itu meraih 19 trofi selama berseragam hitam-putih yang bukan acara dari Deddy Corbuzier.

#Legend

Main photo: nytimes.com 

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here