Real Madrid akhirnya memenangkan sebuah pertarungan sengit kala menjamu tim yang lagi semenjana, Borussia Dortmund. Skornya cukup ketat, makanya Madrid menangnya tipis banget 3-2.

Los Blancos” sebenarnya sudah unggul dua gol lebih dulu di babak pertama. Aksi umpan sentuhan cuek Isco sambil memutar dilanjutkan dengan baik oleh Borja Mayoral yang nama belakangnya kayak merek biskuit.

Tak henti sampai di situ, Cristiano Ronaldo menambah keunggulan Madrid lewat sebuah gol hapalan. Ya, sebuah tendangan placing ciamik khas megazord Ronaldo diperagakan melalui pencetan R2+Kotak. Membuat kiper Roman Buerki hanya melongo pasrah kayak orang ketinggalan kereta.

Namun, Dortmund berusaha bangkit. Ogah kena lagi penyakit. Pierre-Emerick Aubameyang sukses memperkecil ketinggalan di penghujung babak pertama. Umpan silang membelah lautan dari Marcel Schmelzer mampu disundul Auba sambil terbang. Untung saja setelah itu dia terjatuh karena kalau terus terbang bisa sampai Manado.

Di awal babak kedua, Dortmund bikin gol lagi. Mungkin baru sadar betapa enaknya bikin gol. Makanya mereka mencoba lagi dan kali ini berhasil.

Lagi-lagi lewat Aubameyang yang sangat brilian. Dia lolos dari jebakan offside kemudian tendangannya sempat diblok oleh Keylor Navas yang bisa bernapas. Pantulan bola kembali ke Auba, di sinilah terlihat jelas kelas Auba. Bola tidak dihajar langsung, melainkan disendoknya ke udara melahirkan sebuah tendangan Panenka.

Tendangan chip tersebut lantas melewati Navas yang tertipu dengan tendangan Auba. Dia mencoba mengejar bola yang sudah mengarah ke gawang tapi tetap terlambat. Gol tersebut sebenarnya bisa dibilang offside, tapi apa daya wasit mungkin kasihan sama Dortmund.

Skor 2-2 terus bertahan sampai menit ke-80-an. Bagi kedua tim sudah tak berpengaruh lagi, toh kalau Madrid menang tetap berada di peringkat kedua. Sedangkan kalau Dortmund menang juga tetap tidak lolos ke babak 16 besar. Paling-paling mengamankan tiket ke Liga Europa saja.

Ternyata, Madrid ogah main imbang. Sebuah tendangan efek jahe dari Lucas Vazquez menggetarkan gawang Buerki ketiga kalinya. Bola yang mengambang tanggung disikatnya dengan kaki kanan bagian luar. Melahirkan efek bola yang memutar khas jurusnya Tsubasa. Kemudian dengan lemah lembut masuk ke gawang tanpa bisa dicegah Buerki.

“Tidak penting berada di peringkat kedua. Yang terpenting kami berada di babak 16 besar dan kami punya waktu yang cukup untuk berpikir. Setelah ini kami akan fokus ke La Liga dan Piala Dunia Antar-Klub,” ujar Zinedine Zidane.

Memang tidak pengaruh-pengaruh amat berada di posisi runner-up. Pasalnya, mau peringkat pertama atau kedua, sama-sama berpeluang dapat lawan berat.

Sebagai runner-up mereka berpeluang menghadapi Manchester United, PSG, Manchester City, dan Liverpool. Tapi tidak jauh beda jika jadi juara grup, mereka bisa bertemu Bayern Muenchen, Chelsea, atau Juventus.

Meski pelatih Zidane merasa tak ada yang spesial, alias biasa-biasa saja dengan laga ini, lain halnya dengan bocah bernama Mayoral. Pemain itu hatinya sangat gembira bak kaum hawa lihat diskonan di Lazada.

Pasalnya, ini penampilan perdananya di Liga Champions sebagai starter, mencetak gol pertama, di Bernabeu pula. Kebayang dong betapa senang hatinya. Wajar kalau ini bakal jadi malam yang tak pernah dilupakannya selain malam pertama bersama ceweknya.

“Menjadi starter pertama kali di Liga Champions, di Bernabeu, bahkan mencetak gol, perasaan apa yang bisa saya gambarkan? Ini adalah malam yang tak bakal saya lupakan. Saya sangat, sangat senang,” ucap Mayoral.

 Main photo: Sports Illustrated

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here