Kesebelasan Brasil sukses meraih trofi Copa America 2019 setelah menundukkan Peru dengan skor 3-1. Ini merupakan trofi pertama mereka setelah 12 tahun lamanya.

Tampil di depan publiknya sendiri, gelar juara Brasil memang tunggu waktu saja. Harusnya hal ini terjadi saat Piala Dunia 2014 lalu, saat mereka jadi tuan rumah. Cuma sayang, malah terbantai dengan malu oleh Jerman 1-7 sampai-sampai penduduknya pada menangis bombai.

Mereka juga tidak takut menghadapi Peru yang ibukotanya Lima. Sebuah jokes lawas tapi tetap kerap dilontarkan warga saat mendengar nama Peru.

Everton membuka potensi gelar juara saat pertandingan baru berjalan seperempat jam. Aksi individu Gabriel Jesus atau biasa disingkat jadi Gabjes bikin pertahanan sebelah kiri Peru jadi kocar-kacir.

Umpannya lalu berhasil ketemu dengan kaki Everton yang namanya kayak klub bola di Inggris. Kalau sudah begini, tulisannya jadi “Everton mencetak gol ke gawang Peru“. Jadi bikin bingung, kok bisa level klub Everton tanding lawan negara.

Namun, Peru sukses menyamakan kedudukan pada akhir babak pertama lewat penalti. Hal itu disebabkan Thiago Silva menahan bola dengan tangannya saat melakukan tekel. Besok-besok itu tangan dikaretin saja biar enggak kleweran ke mana-mana.

Jose Paolo Guerrero tak segan-segan memanfaatkan kesempatan itu untuk membobol gawang Alisson Becker pertama kalinya. Ya betul, mereka jadi tim pertama yang bisa membobol gawang Alisson Becker di kompetisi ini meskipun hanya lewat penalti. Enggak apa-apa penalti, yang penting gol.

Kasihan juga si Alisson. Nyaris saja membuat rekor satu kompetisi tanpa kebobolan, pasti bakal harum namanya. Tapi gara-gara si Thiago Silva, dia jadi bobol.

Sayangnya, hanya selang semenit-dua menit Peru menyamakan kedudukan, Brasil sudah bikin gol lagi. Padahal itu selebrasi Peru tampaknya masih wangi, belum hilang baunya. Tapi sudah dibalas selebrasi lagi oleh Brasil.

Kali ini Gabjes yang mencetak gol. Sebuah celah bisa dimanfaatkannya lewat tendangan mendatar yang tak bisa ditepis kiper ‘gontai’ alias gondrong santai, Pedro Gallese.

Selecao” lalu mencoba mempertahankan keunggulan di babak kedua dengan cara menggempur Peru. Daripada kena gempur, mending gempur duluan.

Brasil sempat kehilangan satu pemain setelah Gabjes diusir wasit akibat menerima kartu kuning kedua. Sampai-sampai dia menangis di lorong ganti pemain. Cengeng sekali, gitu saja menangis. Dia belum pernah merasakan file skripsi hilang padahal seminggu lagi mau sidang.

Brasil menutup kemenangan dengan sebuah gol lagi lewat penalti usai Everton dijatuhkan. Padahal kalau dilihat bisa dibilang kontak bodi 50-50 dengan pemain Peru, tapi wasit berkata lain.

Richarlison mengambil penalti dengan pelan tapi pasti. Yang penting gol, daripada kencang tapi malah melambung mengganggu jalur pesawat terbang.

Brasil memastikan gelar juara Copa America yang kesembilan kalinya. Meski sudah juara sembilan kali, mereka tetap tidak bosan.

“Kapten di atas kapal kami adalah Tite. Saya mengucapkan selamat untuk kami semua. Saya ulangi, saya ucapkan selamat untuk semua staf kami,” kata kapten Dani Alves yang meraih trofi ke-40 sepanjang kariernya.

https://twitter.com/Coral/status/1147988662359134213

BrMain photo: brfootball

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here