Brasil ternyata ikut bermain kocak di laga pertama seperti Argentina dan Jerman. “Tim Samba” yang katanya calon juara dunia itu ternyata cuma bisa berbagi angka. Menghadapi Swiss yang benderanya kayak ikon rumah sakit, Brasil cukup sakit karena hanya imbang 1-1.

Brasil yang pakai kostum kuning macam pisang Sunpride itu sebenarnya cukup dominan di laga ini. Pemain mega bintang, Neymar, yang rambutnya kembali jadi alay sudah dimainkan sejak menit pertama.

Ternyata, penampilan Neymar tak sebagus yang dibayangkan. Dia sama sekali tak bikin assist, gol, apalagi gol ke gawang sendiri. Jadi buat yang pasang Neymar di tim FIFA Fantasy, apalagi menjadikannya sebagai kapten, tentu mengecewakan dengan amat sangat.

Brasil akhirnya unggul duluan beruntung tak sampai hamil duluan. Umpan silang Marcelo yang rambutnya kayak bonsai indoor berhasil disundul bek Swedia keluar dari pertahanannya.

Sayang, bola jatuh lagi di kaki Philippe Coutinho. Cukup dengan sekali kontrol, tanpa perlu dikeker pakai auto zoom, Coutinho melepaskan tendangan placing melengkung dari luar kotak penalti.

Kiper manapun, mau itu campuran Gianluigi Buffon, Manuel Neuer, Iker Casillas, dan Satria Tama, juga pasti kesulitan menjangkau bola tersebut. Tiang gawang saja sudah mencoba menepisnya, tapi bola masih tetap memaksa masuk ke gawang Yann Sommer.

Selecao” mencoba menambah gol melalui beberapa peluang. Tapi ternyata gagal pisan. Di babak kedua juga usaha mereka masih belum disertai doa yang kuat.

Justru Brasil malah kebobolan lewat sebuah situasi sepak pojok yang tak pernah dilakukan di tengah lapangan. Sepakan Xerdan Shaqiri disambut manis oleh sundulan otak kiri Steven Zuber yang bukan personel band Steven and The Coconut Trees.

Kiper Alisson Becker cuma diam saja sambil mengangkat tangannya tanda menyerah. Padahal tak ada polisi di belakangnya.

Gol tersebut sempat diprotes warga Brasil karena Zuber kelihatan mendorong Joao Miranda saat hendak melompat. Mereka mau minta VAR tapi enggak dikasih sama wasit. Mungkin kurang silaturahim.

https://twitter.com/Troll__Footbal/status/1008494328380116992

Melihat gawangnya kebobolan, Brasil mulai panik dan tak mau bernasib seperti Argentina. Neymar dan kawan-kawan beberapa kali mengancam gawang Sommer tapi sebagian besar cuma seperti pistol air saja. Mudah sekali buat ditangkap Sommer, Via Vallen juga sepertinya bisa.

Baru lah di penghujung laga, Brasil nyaris mencetak gol kemenangan lewat dua kesempatan. Sundulan Roberto Firmino yang wajahnya ndeso berhasil ditepis oleh Sommer.

Kemudian sepak pojok yang dihasilkan hanya membuat Joao Miranda menendang bola tepat sasaran ke papan skor. Padahal fans Brasil sudah mau teriak gol, tapi ternyata cuma ‘gol kik’.

Pelatih Tite tak bisa berbicara banyak meski sebenarnya setelah didengar-dengar banyak juga omongannya. Dia menyesalkan wasit tak menganulir gol Swiss karena adanya indikasi pelanggaran meski tak sampai berindikasi korupsi.

“Momen Miranda sangat jelas. Saya tak bisa berbicara banyak soal itu karena terlihat jelas. Itu pelanggaran. Miranda juga berkata kepada saya ‘Harusnya saya terjatuh saat didorong’, tapi saya katakan tidak perlu,” ucap Tite, ogah ribet.

Main photo: @LFC

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here