Raphale Varane bisa jadi salah satu bek terbaik dunia saat ini. Tidak perlu mengaku sendiri macam seorang bek yang tahun ini masuk final Champions dan Piala Dunia 2018 tapi timnya kalah dua-duanya. Pengakuan kepada Varane sebagai bek terbaik datang dengan sendirinya.

Bagaimana tidak, pada usianya yang baru menginjak 25 tahun, Varane sudah merebut banyak trofi bergengsi termasuk Piala Dunia 2018. Sebelumnya Varane juga berhasil menjuarai Liga Champions 2018 bersama Real Madrid.

Meskipun muda, jago, dan juara, namun Varane masih saja kerap dibandingkan dengan orang lain. Beberapa pihak malah membandingkan bek Prancis itu dengan rekan setimnya yaitu Sergio Ramos.

Hal tersebut membuat Varane menjadi kesal karena terus dibandingkan. Siapa juga yang tidak kesal jika terus dibanding-bandingkan. Macam handphone baru saja yang sering di-review sekaligus di-unboxing.

Varane menegaskan bahwa ia punya gaya bermain sendiri yang tentunya berbeda dengan gaya-gaya macam doggy style atau missionary posistion yang mainstream. Komentar orang-orang yang terus membandingkannya membuat Varane menjadi marah meski tidak sampai mengacak-acak rumah lalu dibereskan kembali.

“Mereka terkadang meminta saya main seperti Sergio Ramos, lebih agresif, seperti ini dan itu. Saya punya gaya main sendiri dan itu berjalan baik hingga sekarang,” katanya seperti yang dicomot dari Liputan6.

https://twitter.com/Sporf/status/1019570540896505857

Dia mengaku banyak yang berusaha untuk mengubah gaya bermainnya. Padahal dengan prestasi Varane yang sekarang, bisa saja gaya orang-orang tersebut ia bayari. Dia bayari pakai medali Piala Dunia kalau perlu.

Bek Madrid itu meminta agar publik menerima dirinya apa adanya. Bukan ada apa-apanya. Menurutnya, bahkan Ramos pun tidak akan senang jika dirinya dibandingkan dengan orang lain. Apalagi jika dibandingkannya dengan dengan atlet catur Jawa.

“Itu membuat saya marah saat diminta jadi Sergio Ramos. Apakah mereka juga meminta Ramos jadi pemain lain? Publik menerima dia apa adanya, dia Ramos. Dan sekarang, saya mulai diterima dan dipahami seperti apa saya sebenarnya,” ujarnya.

Varane juga menegaskan bahwa dirinya punya karakter sendiri saat bermain. Karakter yang dimaksud bukan seperti Esia yang hitungan SMS-nya per karakter. Namun maskud Varane adalah ciri dan gaya bermain miliknya. Hal tersebut diakuinya otomatis tercipta setelah tujuh tahun bermain di Madrid.

“Betul, saya ramah tapi tidak hanya itu. Anda tak bisa main selama 7 tahun di Real Madrid tanpa punya karakter,” ucapnya.

Pada kesempatan wawancara dengan wartawan itu, Varane juga memuji pemain muda Prancis Kylian Mbappe. Bek berusia 25 tahun itu mengatakan tak pernah berjumpa dengan pemain muda sejenius pemain yang sering dimirip-miripkan dengan Donatello.

“Saya pernah jumpa dengan pemain-pemain hebat, tapi ini pertama kali jumpa dengan yang muda! Saat saya bicara dengan dia soal taktik, dia tak membiarkan saya selesai bicara. Dia paham semuanya dengan cepat,” katanya.

Main photo: moneycontrol.com

2 COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here