Jiwa sosial Manchester United bisa dibilang sebagai salah satu yang paling tinggi di Premier League. Kembali lagi mereka membantu tim lemah untuk mendapatkan kado manis di akhir tahun. Bertamu ke kandang Watford di Vicarage Road, MU menyerah dengan skor 0-2.

Selama musim ini MU memang dikenal sebagai tim yang sering sekali menyumbang tim untuk tim-tim di tiga kecil alias terbawah. Contohnya saja ketika mereka bertemu dengan Southampton atau Aston Villa yang saat itu berada di zona merah. Minimal dapat satu poin tim-tim itu.

Berbanding terbalik ketika MU bertemu dengan tim empat besar. Tidak pernah mereka menelan kekalahan. Benar-benar Robin Hood di Premier League mereka. Tindakan-tindakan nyata seperti ini yang bagusnya dicontoh oleh tim-tim lain.

Kekalahan MU jelas jadi bonus akhir tahun bagi Watford. Sebab mereka saat ini berada di posisi jurkun alias juru kunci dengan hanya meraih satu kemenangan sebelum laga kontra MU dan belum menang di laga kandang sejak April 2019

Beruntung mereka bertemu MU yang dengan senang hati memberikan kado di penghujung tahun 2019 ini.

Pada jalannya laga tersebut, MU sempat mendapat peluang lewat Jesse Lingard yang menerima umpan terobosan dari Marcus Rashford. Bisa-bisanya MU ini. Kelewatan baik mereka.

Peluang seperti itu disia-siakan. Bola cungkilan Lingard sepertinya disengaja agar sedikit terlalu tinggi dan gagal berbuah gol.

MU akhirnya dengan senang hati memberikan gol untuk Watford yang sepertinya cukup kesulitan untuk mencetaknya. Tendangan lemah Ismaila Sarr dilewatkan begitu saja oleh kiper sekelas David De Gea.

Macam menahan tendangan rudal Si Kaki Besi dari Shaolin Soccer saja. Kalau yang menendang dia, wajar sepertinya bola yang mengarah tepat ke kiper saja bisa terus lolos. Kiper dari tim Iblis saja bajunya sampai terkoyak akibat tendangan tersebut.

Tapi tendangan yang diterima De Gea hanyalah tendangan yang sangat lemah. Salah maksud pula sepertinya. Bola memantul ke tanah dahulu lalu mengarah ke De Gea.

Hanya berselang empat menit, MU kali ini memberikan gol tambahan dengan mudah lewat titik putih. Troy Deeney sukses mengeksekusinya. Hingga laga usai, MU tidak mau mencetak gol membuat laga usai dengan skor 2-0 untuk tuan rumah.

“Tadi itu sangat lambat, babak pertama seperti pertandingan testimonial. Saat Anda kebobolan dua gol dalam waktu singkat, kami menyusahkan diri sendiri,’ ujar Ole Gunnar Solskjaer dikutip dari Liputan6.

“Kami tidak bisa melakukannya sampai akhirnya lawan mencetak dua gol, lantas kami menciptakan beberapa peluang tetapi gagal memanfaatkannya,”

https://twitter.com/Squawka/status/1208766587211309057?s=20

Main photo: @thisblackboi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here