Inter Milano yang kesulitan dan penasaran menjebol gawang Real Madrid pada Liga Champions kemarin, langsung membayarnya di Seri A. Tak tanggung-tanggung, Bologna dihajarnya dengan skor 6-1. Benar-benar tidak berprikemanusiaan dan prikeadilan.

Padahal, Bologna ini tidak salah apa-apa. Dia cuma melaksanakan tugasnya menghadiri jadwal tanding. Tapi pas datang ke Giuseppe Meazza, malah dibully kayak gitu. Bologna harusnya bisa segera lapor ke KPAI.

Inter mengawali pesta bully ini lewat sepakan jarak dekat Lautaro Martinez usai menerima umpan silang Denzel Dumfries. Tak lama kemudian giliran Milan Skriniar yang tidak bermain di AC Milan, mampu mencetak gol lewat jidat depannya.

Tak lama kemudian, Nicolo Barella mengganjilkan kemenangan Inter jadi 3-0 usai menerima bola muntah dari bek Bologna dalam mengantisipasi operan silang Dumfries.

Di babak kedua, Inter nambah tiga gol lagi. Mereka kayaknya ketagihan bikin gol setelah sebelumnya seret banget lawan Madrid. Andai keenam golnya bisa dibagi dua, tiga lawan Bologna, tiga lawan Madrid, pasti Interisti bakalan happy sampai ke ubun-ubun.

Mattias Vecino mencetak gol usai menerima umpan dari Federico Dimarco yang sebelumnya sukses dibuat gerak tipu tak sengaja dari Dumfries. Mau nendang tapi enggak kena.

Tak lama kemudian giliran Lautaro yang bikin gerakan 378 penipuan. Kali ini dilakukan dengan sengaja dan Edin Dzeko sukses memanfaatkannya. Terakhir, Dzeko menambah gol lagi lewat tendangan dari sudut sempit yang tak bisa dicapai kiper Bologna. Dzeko ini sepertinya tipe pria yang suka dengan yang sempit-sempit.

Bologna cuma bisa mencetak satu gol penghibur dari Arthur Theate. Sundulan nyusruknya mampu bersarang ke gawang Samir Handanovic yang gagal cleansheet.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here