Real Madrid kembali menelan hasil negatif. Malah kali ini lebih memalukan karena mainnya di depan warganya sendiri yang pada laga itu lagi pada suka memakai payung. Maklum, kondisi hujan lebat menghalangi pandangan ke dia.

Entah gimana, Madrid ini kayaknya lagi baik banget kasih poin ke lawan. Villarreal adalah tim ke sekian yang disumbangkan. Tim asuhan Zinedine Zidane itu bertekuk lutut kepada Villarreal dengan skor 0-1.

Padahal sejak awal, Madrid mainnya sudah nge-gas banget. Dari gigi satu lompat ke gigi empat. Tapi sayang, mereka lebih suka menendangnya ke kiper. Kiper Sergio Asenjo beberapa kali jatuh bangun melompat bukan tanda girang, tapi menyelamatkan gawang.

Contohnya tendangan Marcelo dan dua tendangan Cristiano Ronaldo. Ketiganya ditepis oleh Asenjo yang sepertinya tidak hobi makan melinjo. Bahkan, peluang emas Ronaldo di depan gawang yang sudah enak banget masih mampu ditepisnya.

Sedangkan “The Yellow Submarine” bermain lebih kalem seperti ikan cupang yang lagi disekat-sekat. Cuma sesekali saja mereka menyerang, lumayan berbahaya tapi belum cukup mematikan.

Di babak kedua juga sama. Madrid masih belum mau bikin gol. Bola dibuang-buang mungkin merasa punya banyak bola di Bernabeu. Peluang juga dibuang-buang mungkin karena sudah banyak gol yang mereka kumpulkan musim ini. Biar tidak terlihat maruk.

Akhirnya gol terjadi juga. Tapi bukan “Los Blancos” yang mencetak gol. Justru tamunya yang tak tahu diri itu. Sudah bertamu, malah bikin malu.

Berawal dari tendangan sudut yang didapat Madrid, tapi bola sukses diamankan dengan baik. Lalu terjadilah serangan senja karena memang laga sudah mau usai.

Pemain Villarreal melakukan counter attack dari kaki ke kaki sampai ke kotak penalti. Tentu saja karena rada susah kalau dari pantat ke pantat. Denis Cheryshev lalu membuat umpan silang berbahaya ke kotak penalti. Enes Unal langsung menyikatnya tanpa menggunakan sikat. Namun, tendangannya mampu diblok Keylor Navas.

Beruntung, bola kembali jatuh di kaki pemain berkostum kuning, Pablo Fornals. Fornals tidak langsung menembaknya dengan kencang, tapi malah menyendok bola alias mengeluarkan jurus Panenka melewati Navas yang gelagapan. Sungguh cerdas.

Kekalahan ini membuat Madrid cuma bisa menang sekali dalam lima laga terakhirnya. Mereka cuma menang atas Numancia itu pun di ajang Copa del Rey. Mereka sudah kalah 0-3 dari Barcelona, seri 2-2 dengan Celta Vigo dan Numancia (leg kedua), serta Villarreal ini.

Zidane pun tak habis pikir mengapa timnya bisa kalah. Padahal kalah dalam sepak bola itu definisinya mudah sekali. Yakni gagal mencetak gol lebih banyak dari lawan.

Dia juga bingung kenapa bola tampaknya sulit sekali masuk ke gawang. Mungkin itu bola maunya dielus-elus dulu, disayang-sayang biar nurut. Bisa juga pemain Madridnya yang kurang mendapat kasih sayang. Atau jangan-jangan Villarreal pakai dukun gawang? Entahlah.

“Kami tidak layak mendapat hasil ini, kami pikir kami sudah bermain dengan baik tapi bolanya tak mau masuk gawang dan saya tidak bisa menjelaskan kenapa,” ujar Zidane.

Padahal sebenarnya salah pemain Madrid sendiri. Kenapa menendangnya pada ke kiper semua. Gawang begitu lebar tapi nendangnya malah ke kiper. Ya pasti ditangkis.

“Kami kemudian tidak bisa menghindarkan mereka dari melakukan serangan balik, dan ini sungguh berat bagi pemain,” sambung Zidane, dikutip Detik. 

Main photo: Sky

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here