Ansu Fati, remaja 16 tahun milik Barcelona, kembali jadi sorotan dalam laga melawan Valencia. Dalam pertandingan yang dimenangkan Barca dengan skor rada anti-mainstream itu, Fati memberikan satu gol dan satu assist.

Sebenarnya, Luis Suarez yang mencetak dua gol dalam laga itu lebih pantas mendapat pujian lebih banyak. Namun, Suarez kan sudah sering. Bikin dua gol buat pemain sekaliber Suarez rasanya sudah biasa. Tak ada yang spesial.

Kecuali mencetak dua golnya lewat tendangan salto kebalik, satunya lagi pakai bikin golnya pakai giginya itu. Baru lah jadi heboh. Gerard Pique yang turut menyumbang gol juga biasa saja. Bek bikin gol bukan sesuatu yang baru.

Satunya lagi disumbang Frenkie de Jong. Boleh lah buat ukuran pemain baru, bisa mulai tune in. Sama kayak rekannya di Juventus, Matthijs de Ligt yang mulai bisa ngikutin irama klub barunya, enggak kebobolan banyak lagi.

Namun sorotan jelas lebih enak masuk ke Ansu Fati. Usia baru 16 tahun, lahir tahun 2002 yang bahkan saat Ahn Jung Hwan mencetak gol ke gawang Italia di Piala Dunia 2002, dia belum lahir.

Umur segitu sudah mencetak dua gol dan satu assist untuk klub segede Barcelona. Hanya dalam tiga pertandingan pula. Kurang mantul apalagi coba.

Dia mencetak gol pertama saat pertandingan baru berjalan dua menitan lewat tendangan jebret meski tak sampai bikin robek jala gawang Camp Nou. Sebelumnya, Fati juga mencetak gol ke gawang Villarreal meski akhirnya main seri 2-2.

Ernesto Valverde sampai heran dengan kehebatan Fati. Tak banyak pemain muda bisa gacor di awal-awal debutnya bersama tim sebesar Barca. Semoga saja tidak berhenti sampai di sini. Jangan sampai kayak soda Sprite, cuma gas di awal, berikutnya gone… alias hilang.

Dan semoga saja Barcelona tidak dirusuhi KPAI dengan alasan eksploitasi anak atau remaja di bawah umur. Selain itu di Barcelona juga enggak ada iklan rokoknya. Jadi harusnya sih aman. Kalau sampai begitu, bisa heboh dunia persepak bolaan.

“Tak bisa begitu saja menjadi pemain Barcelona,” kata Valverde setelah laga melawan Valencia, seperti dikutip dari Marca. “Dia fokus dan bagus.”

“Mencetak gol dengan sentuhan pertama, merancang assist dengan yang kedua, dan hampir mencetak gol lagi dengan yang ketiga, itu tidak biasa.”

Main photo: fcbarcelona

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here