Ada-ada saja Juventus ini. Jamaah itu harusnya berbuat kebaikan, bukan kebodohan. Gara-gara kebodohan berjamaah mereka jadi susah. Tim asuhan Maurizio Sarri itu harus puas ditahan imbang Sassuolo 2-2.

Menghadapi Sassuolo yang tak pernah dapat poin satu pun di kandang Juve, harusnya bisa lebih mudah. Dari awal sudah cukup ngegas tapi belum cukup cerdas.

Juve unggul duluan lewat tendangan jarak jauh Leonardo Bonucci. Ini orang memang tipikal bek produktif karena hobi bikin gol. Tendangannya juga bagus, bukan cuma mulutnya doang yang bagus.

Namun hanya dua menit, Sassuolo mampu menyamakannya. Jeremie Boga mampu memperdaya kiper sekelas Gianluigi Buffon lewat tendangan chip-nya.

Boga tanpa Tata itu lolos dari perangkap offside dan ketika berhadapan satu lawan satu dia tak gentar bertemu Buffon. Malah coba melakukan hal kurang ajar terhadap bapak-bapak berusia 40-an itu.

Di babak kedua, pertandingan baru berjalan dua menitan muncul kebodohan berjamaah yang dimaksud. Berawal dari passing-passing-an di belakang, Juan Cuadrado tidak jelas maksudnya backpass ke siapa. B

Bola tanggung di antara Matthijs de Ligt dan Buffon, jadi bikin De Ligt panik dan malah membuangnya asal-asalan, tidak lihat-lihat dulu. Clearance tak sempurna itu berakhir di kaki Francesco Caputo.

Sontak, Caputo langsung menendangnya yang tidak kencang-kencang amat ke gawang Buffon. Di sinilah blunder ketiga terjadi karena Buffon gagal menangkap/menepisnya dengan baik, bola akhirnya malah masuk ke gawang.

Sebuah blunder berjamaah yang jadi bikin Juve susah. Soalnya ketinggalan 1-2 tidaklah mudah.

https://twitter.com/strivesport/status/1201118730085900294

Beruntung Sarri sadar diri. Dia segera memasukkan Paulo Dybala untuk mengubah keadaan.

Taktiknya cukup berhasil karena aksi Dybala bikin Jeremy Toljan melakukan pelanggaran di kotak penalti. Penalti diberikan kepada bang Cristiano Ronaldo.

Ronaldo tak menyia-nyiakan kesempatan rendang itu. Dia langsung melahapnya dengan gol penalti yang sudah sering banget dia lakukan. Standar.

Juventus gagal mencetak gol lagi setelah itu. Kiper Sassuolo, Stefano Turati, lagi ganteng malam itu. Padahal itu laga debutnya di Seri A karena memang dia masih berusia 18 tahun.

Tapi biar masih kinyis-kinyis begitu, Turati membuat delapan saves yang mampu membuat timnya terhindar dari kekalahan. Luar binasa.

“Saya bicara dengan tim selama 30 detik seusai pertandingan. Itu bukan performa negatif tapi kami memberikan banyak celah, kehilangan bola terlalu mudah, seolah kami tak memakai otak,” ucap Sarri rada ngomel.

https://twitter.com/CR7INMYDNA_/status/1201131403485663232

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here