Bintang Premier League Son Heung-Min yang bukan anaknya Son Goku dan adiknya Son Gohan, dipastikan bergabung dengan timnas Korea Selatan yang akan menjalani laga Asian Games di Indonesia. Medali menjadi harga mati bagi gelandang Tottenham Hotspur tersebut jika ingin terbebas dari wajib militer (wamil).

Seperti diketahu bahwa Korsel merupakan salah satu peserta yang ikut berpartisipasi pada ajang Piala Dunia 2018 Rusia. Tergabung bersama Meksiko, Jerman, dan Swedia, “Taeguk Warriors” harus tersingkir di fase grup.

Meski begitu, Korea Selatan sempat menunjukan perlawanan dan mengirim Jerman untuk pulang kampung bersama. Model teman seperti ini perlu diwaspadai, kalau senang sendirian, giliran susah baru ngajak-ngajak.

Korsel lalu turut meramaikan gelaran Asian Games tahun ini. Kalau tidak diajak takutnya nanti ngambek. Berhubung mereka dari Asia juga, jadi mereka boleh ikutan lomba-lomba di Asian Games tersebut.

Bintang-bintang sepak bola Korsel pun dipanggil guna membela nama baik negara di kancah Asia walau usianya masih muda-muda. Tak terkecuali Son yang merupakan bintang dari Tottenham Hotspur serta kiper kece yang mirip Roy Kiyoshi, Cho Hyun-woo.

Namun usut punya usut, ternyata para pemain Korsel yang belum mengikuti wajib militer ternyata bisa mendapat satu kesempatan khusus agar terbebas dari hal tersebut. Ada syarat yang berlaku tentunya.

https://twitter.com/Sporf/status/1024657924147306497

Mereka bisa bebas dari wamil apabila bisa meraih medali emas di Asian Games 2018. Kebetulan, Son belum pernah ikut wamil dan dia wajib ikut saat berusia 27 tahun nanti.

Peraturan Korsel mengatakan bahwa setiap warga negara wajib mengikuti wamil selama 21 bulan sebelum berumur 27 tahun. Sedangkan Son sendiri sudah menginjak usia 26 tahun. Jadi ajang ini merupakan satu-satunya kesempatan bagi Son agar terbebas dari wamil. Hal itu pernah dilakukan Ki Sung Yueng, pemain Newcastle, usai memenangi medali perunggu di Olimpiade London.

Tapi di Asian Games, Son wajib dapat emas karena lingkupnya lebih kecil dari Olimpiade. Wajar dong, masak maunya dapat perunggu juga.

Pemain berwajah ganteng gelisah itu memang sudah berusia 26 tahun, tapi dia menggunakan jatah wildcard di mana setiap tim boleh pakai pemain di atas usia 23 tahun sebanyak tiga orang.

Tapi apabila gagal, dalam waktu kurang lebih 21 bulan purnama, Son akan mengikuti wajib militer dan meninggalkan karier profesionalnya sementara. Bisa saja setelah itu dia balik lagi ke sepak bola, tapi waktu dua tahun bisa menghilangkan performanya yang sedang dalam masa puncak.

Jelas saja hal ini mendapat restu dari Spurs yang sudah mulai menjalani musim baru di Premier League. Daripada kehilangan Son tanpa toloyo selama dua tahun, lebih baik diikhlaskan untuk semetara.

Korsel sendiri telah menjalani satu laga grup E kala bertemu dengan Bahrain dengan skor telak 6-0 di Stadion Jalak Harupat. Walau lingkupnya lebih kecil dan Son pernah merasakan kompetisi macam Liga Champions dan Piala Dunia, tetap saja dia tak mau anggap remeh.

“Jalan menuju final masih panjang. Namun, kami tidak mau melewatkan peluang merebut emas,” ucap Son, seperti dikutip dari Liputan6.

“Mentalitas sangat penting. Saya sendiri sudah memikirkan Asian Games,” katanya yang absen kala Korsel U-23 meraih medali emas Asian Games 2014 dan Olimpiade London lantaran tak mendapat izin dari klub lamanya, Bayer Leverkusen.

Son juga ogah untuk jemawa pada kompetisi ini. Ia mengatakan tak mau tersingkir seperti Jerman yang berstatus unggulan di Piala Dunia.

”Sama seperti Piala Dunia. Di Asian Games, kami yang datang sebagai unggulan juga bisa dikejutkan. Kami akan coba jalani satu per satu laga. Kami tahu, ini akan sama sulitnya (dengan Piala Dunia 2018),” ucapnya.

https://twitter.com/DugoutAsia/status/1028841305491664896

Main photo: theweek.co.uk

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here