Siapa yang sudah lupa dengan momen kocak final Liga Champions 2018? Jika ada mungkin mengalami hal yang sama dengan Loris Karius. Tak disangka tak dinyanya, ternyata aksi tidak terpuji Karius pada laga tersebut karena dirinya mengalami gegar otak sebelum melakukan dua blunder.

Pada laga melawan Real Madrid yang digelar di Stadion NSC Olumpiyskiy Kiev beberapa pekan lalu, “Los Blancos” berhasil menang 3-1 atas Liverpool. Kemenangan tersebut tidak lepas dari dua kali blunder Karius.

Alhasil, kiper yang rambutnya dikuncir kayak tukang rujak itu jadi bulan-bulanan akibat kejadian di malam jahanam tersebut. Wajahnya Karius mendadak jadi memeable dan terus disalahkan. Bahkan sampai mendapat ancaman pembunuhan dari fans yang sakit hati karena timnya kalah apalagi kalah taruhan.

Lima hari setelah malam memalukan itu, Liverpool mengirim sang kiper ke Rumah Sakit Umum Massaschusetts di Boston, Amerika Serikat. Entah bisa pakai BPJS atau tidak di rumah sakit tersebut.

Setelah melakukan serangkaian pemeriksaan, dokter rumah sakit di Amerika yang bukan dokter Bernard Mahfoudz alias Johnny Sins si ‘dokter cinta’ itu lalu mengeluarkan pernyataan. Mereka menyatakan bahwa sang pemain positif. Bukan positif hamil, melainkan positif gegar otak selama pertandingan final tersebut.

Hal itu diduga akibat benturan yang terjadi dengan Sergio Ramos di awal-awal babak kedua. Dari tayangan ulang, kiper berwajah ganteng nyebelin itu kena sikut Ramos. Namun tak ada perawatan serius dari tim medis.

“Setelah dengan cermat meninjau ulang film pertandingan dan mengintegrasikan sejarah mendetail, termasuk laporannya saat ini dan gejala langsung pascakontak, pemeriksaan fisik, dan metrik obyektif, kami menyimpulkan bahwa Karius menderita gegar otak saat pertandingan itu berlangsung,” kata dokter Ross Zefonte dan dokter Lenore Herget dikutip dari Liputan6.

https://twitter.com/EPLBible/status/1003735273417641984

Mereka mengatakan bahwa Karius mengalami beberapa tanda gegar otak. Namun hal tersebut tidak dirasakan oleh Karius karena larut pada suasana. Entah benar atau tidak. Atau bisa saja jangan-jangan hanya ‘ide’ dari Liverpool saja agar sang pemain tidak terus menerus diserang warganet yang makin hari kian ganas.

Siapa tahu dengan adanya hasil dari pemeriksaan ini, Karius bisa dimaklumi dan dimaafkan warganet. Soalnya rada aneh juga, benturan-benturan semacam itu sering dirasakan kiper atau pemain bola lainnya. Karius bahkan bisa bangkit lagi, tak kelihatan kena benturan serius.

Belum dijelaskan juga seberapa parah gegar otak yang dialami Karius. Namun, pada tes medis yang dilanjutkan evaluasi, dokter Ross Zafonte dan dokter Lenore Herget menyatakan bahwa Karius menderita visual spatial dysfunction yang dalam bahasa Indonesia artinya bukan selamat makan enak.

Cedera itu membuat kemampuan melihat dan mengenali ruang terganggu, di mana hal tersebut mungkin saja berpengaruh pada performa Karius. Kalau memang pemeriksaan medis berkata demikian mau dikata apa. Siapa tahu saja Karius ini sok kuat, yang penting bisa main final Liga Champions. Padahal matanya sudah siwer, otaknya mulai rada ngadat. 

“Sisa gejala utama dan tanda-tanda obyektif Tuan Loris Karius mengindikasikan adanya disfungsi spasial visual dan kelihatannya terjadi segera setelah kejadian itu. Gejala tambahan dan disfungsi area-area tertentu juga terjadi. Defisit-defisit seperti itu dapat saja mempengaruhi penampilannya,” ujar Ross.

Kalau ternyata memang gara-gara Ramos, Ramos benar-benar juara satu dari bawah pada final Champions 2018.  Bagaimana tidak, sebelumnya bek bertato itu juga diduga sengaja melakukan ‘bantingan’ kepada Mohamed Salah yang berujung cedera.

Meski begitu, para dokter mengatakan bahwa kondisi kiper 24 tahun ini telah kembali membaik sejak kejadian itu. Ya didoakan saja semoga makin sehat dan enggak konyol lagi.

“Kami berharap bahwa dengan perawatan dan diikuti protokol aktif yang ditentukan, ia akan terus membaik. Kami mendorong kewaspadaan dan penekanan pada keselamatan agar ia dapat kembali beraktivitas penuh,” demikian seperti yang di­-copas dari Liputan6.

 

Main photo: quest-france.fr

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here