Sungguh biadab! Amoral! Tidak berakhlak! Sebanyak 11 Ajax Amsterdam berani-beraninya mengeroyok VVV Venlo di sebuah bangunan kosong. Pasalnya, Venlo ini memang kalah dalam jumlah orang.

Sebanyak 11 pemain Ajax itu membantai-tai-tai Venlo sampai hancur lebur berserakan berceceran di jalan dengan skor 13-0. Ya, mata Anda tak salah melihat. Skornya benar-benar 13-0.

Benar saja apa kata orang, ucapan adalah doa. Bolatory sering sekali menulis berita berharap terjadi skor yang anti-mainstream sampai 13 gol atau bahkan banyak gol lagi misalnya 26-24 kayak skor badminton kalau lagi deuce. Bosan kan kalau menangnya cuma skor-skor standar macam 2-1 atau 3-2. Ternyata kejadian!

Sebenarnya, pengeroyokan ini awalnya tidak bisa disebut pengeroyokan. Soalnya mereka sama-sama memulai laga dengan 11 melawan 11.

Namun di babak kedua, mulai menit ke-50, Venlo bermain dengan 10 orang setelah Christiaan Kum dikeluarkan wasit sehingga jelas Ajax unggul dalam jumlah. Tapi ya tetap saja, pada pengusiran itu Ajax sudah unggul 4-0.

Barulah setelah itu, “De Godenzonen” menambah gol hingga sembilan kali. Para pelaku diketahui berinisial JE, LT, DT, DB, KJH, dan LM. Pelaku berinisial LT bahkan membacoknya sampai lima kali.

Hingga saat ini kesebelas pelaku masih berstatus buron dan tak ada tanda-tanda penyelidikan dari otoritas keamanan setempat.

https://twitter.com/AFCAjax/status/1320112355167096833

Enggak jelas juga si Venlo ini ngapain saja di lapangan. Kelihatannya main bola, tapi pikirannya seperti mikir yang lain. Padahal sudah tanggal 25, harusnya sudah pada gajian.

Bisa jadi kepikiran tunggakan atau cicilan utang mobil rumah yang kian menumpuk akibat pandemi. Atau usaha yang kian menurun terpaksa mem-PHK pegawai-pegawainya. Entah.

Yang jelas, gol ketujuh seterusnya terlihat sekali mereka sudah malas-malasan. Kiper Delano van Crooij tampak sudah stres sekali. Semoga saja setelah ini dia tak menceburkan diri ke sumur tetangga.

Ajax-nya juga enggak tahu diri. Mbok ya kasihan gitu sama tuan rumah. Kalau sudah menang tujuh sudah cukup lah. Lha ini masih saja dibantai tim tak berdaya seperti itu. Kalau bisa segera dihentikan, Venlo mending berhenti WO saja sampai menit ke-70 biar skornya enggak makin banyak.

Untung saja itu kiper Andre Onana tidak ikut-ikutan maju menyerang ke gawang Venlo. Siapa tahu dia kepingin juga, minimal bisa kasih assist ke rekannya.

Dengan kemenangan ini, Ajax mengukir sejarah sebagai tim dengan skor kemenangan terbesar.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here