Winger Chelsea dan Brasil, Willian, belakangan mengungkapkan komentarnya ketika dilatih oleh Antonio Conte. Willian mengaku cukup kesulitan ketika dilatih oleh mantan pelatih Juventus itu. Ia kini berharap banyak dengan pelatih baru “The Blues” yaitu Maurizio Sarri.

Hubungan antara Willian dengan Antonio Conte memang tak se-romantis Afifah dan Aris di sinteron Orang Ketiga yang ditayangkan SCTV. Selama dua tahun kepemimpinan Conte di Stamford Bridge, Willian sering menjadi pilihan kedua.

Berbeda dengan Astrid yang mau-mau saja jadi yang kedua, Willian sepertinya tak bahagia dengan hal itu. Dia enggak mau seperti Astrid si penyanyi. Padahal si Astrid suaranya lumayan bagus.

Pada musim lalu, Willian hanya 20 kali tampil sebagai starter dari 36 kali penampilan di Premier League. Sementara musim 2016/2017 catatan starter Willian lebih sedikit lagi yaitu 15 kali saja dari 34 penampilan di liga.

Willian sering langsung masuk ruang ganti usai pertandingan yang sepertinya untuk menunjukan ketidaksukaannya pada Conte. Entah untuk menunjukan kekecewaannya atau memang sedang kebelet mau ke toilet sebenarnya.

Bahkan sebuah aksi kontroversial dan frontal ditunjukan oleh Wilian usai Chelsea menjuarai Piala FA musim lalu. Saat itu Willian menutup gambar Conte dengan emoticon piala pada foto yang diunggahnya di sosial media. Untung saja tidak ditutup dengan tulisan #2018gantipelatih, meski ujung-ujungnya kejadian.

Conte dipecat setelah dianggap tidak mampu untuk membawa Chelsea meraih kesuksesan musim ini. Padahal pelatih yang negara asalnya sama dengan Matteo Moto GP itu mampu memberikan Premier League di tahun 2017 dan Piala FA pada musim lalu.

https://twitter.com/Footy_JokesOG/status/1026136109099626499

Pemain akan berusia 30 tahun pada 9 Agustus nanti mengaku sulit untuk memahami jalan pikiran Conte selama menjadi pelatih. Namun, kini Willian mengatakan siap untuk membuka lembaran baru di Chelsea bersama dengan Sarri tanpa roti.

“Saya harap dia (Sarri) tidak seperti Conte,” kata Willian dikutip dari Detik. “Tidak, saya tidak bercanda! Bagi saya, bekerja dengan Conte sangat sulit. Filosofinya, caranya mengatasi sesuatu sangat rumit. Ada beberapa pertandingan, kadang kami ya tidak mengerti.”

Willian mengaku tidak mengerti kenapa dirinya jarang menjadi pilihan utama. Ia pun merasa ada sentimen pribadi antara sang pelatih dengan dirinya. Padahal pemain yang rambutnya macam pom-pom Cheerleaders itu enggak pernah slek dengan Conte.

“Saya tidak tahu, kadang manajer tidak menyukai Anda. Saya tidak tahu apakah Anda pernah dalam situasi ini sebelumnya. Merasa bahwa manajer tidak menyukai Anda, tapi dia kadang harus memainkan Anda. Tapi Anda merasa dia tidak menyukai Anda sama sekali. Anda tidak melakukan hal buruk, tapi dia tidak suka,” katanya.

Main photo: thenational.ae

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here